Jejakprofil.Com – Ekonom dan Pengamat Hukum Nasional, Hardi Fardiansyah mengharapkan tercipta kesetaraan dalam sistem pembayaran digital antarnegara. Pasalnya, bisa memulihkan ekonomi global yang sempat terpapar pandemi.
Hardi mengungkapkan, saat ini pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi finansial, penggunaan pembayaran digital semakin meningkat.
“Sistem pembayaran digital lebih mudah dan cepat dipakai bertransaksi. Kita pun tak perlu membawa uang tunai karena uangnya ada di kartu dan aplikasinya,”terang Hardi dalam keterangannya diterima Jejakprofil.Com, Jumat (12/8/2022).
Menurut Hardi, sistem pembayaran digital antar negara sudah menjadi salah satu topik pembahasan pada ajang pertemuan G20.
“Khusus untuk jalur keuangan atau Finance Track, salah satu isu penting yang menjadi perhatian di Presidensi G20 adalah pengembangan pembayaran antar negara atau cross border fast payment, open API (application payment interface) serta quick response (QR) code,” jelasnya.
Terkait QR code, Hardi menerangkan bahwa disaat melakukan transaksi dengan aplikasi e-wallet, pasti sering melihat kode unik yang perlu dipindai untuk membayar sejumlah uang. Kode ini disebut sebagai QR code (Quick Response Code).
“QR code dapat mempercepat proses pembayaran sehingga jadi semakin efisien. Teknologi QR code banyak digunakan di aplikasi e-wallet dan mobile banking,” ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang juga pebisnis dan motivator itu berharap agar sistem pembayaran digital tersebut bisa menjadi contoh dalam mengembangkan keamanan sistem pembayaran digital secara global.
“Saya berharap agarsistem pembayaran digital tersebut bisa menjadi contoh dalam mengembangkan keamanan sistem pembayaran digital secara global” harap Hardi.
(JP/AR)