Bekasi, -Owner makanan tradisional kembang goyang, Kardi menceritakan awal mula bisnis kuliner tersebut terinspirasi dari rekannya.
“Tanpa sengaja, teman saya ajak saya usaha kuliner.Dia kasih resep pembuatannya,”ulas, Kardi kepada indonesiaparlemen dia lokasi usaha kuliner Desa.Cileduk, Kecamatan.Setu.Jum’at (22/04/2022 ).
Dia mengulas, usaha yang dilakukan olehnya sejak tahun 2021 itu sudah mulai berkembang dalam pemasaran.Lebih lagi, kadang – kadang tidak sanggup melayani pemesanan.
“Alhamdullah, karena banyak yang order melebihi kapsitas jadi ada beberapa yang di tolak,” kata dia.
Menurutnya, penolakan pesanan tersebut karena mengalami kendala beberapa faktor penyebabnya.Diantaranya kekurangan sumber daya manusia yang mengerjakan dari proses menggoreng hingga packaging.
Selain itu, jarang ditemukan serta kenaikan minyak goreng penyebab terbesar ketidakstabilan harga di pasaran.Kendati demikian, Kardi tetap optimis dan konsisten dalam usahanya itu.
“Intinya untuk pemasaran mah ada terus, tidak sulit,”ujar, Kardi.
Kemudian, untuk kedepan dia akan menjalankan usaha kuliner kembang goyang dengan manajemen yang lebih baik.Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasaran.
“Saya akan mencoba untuk memberdayakan lingkungan jika memang ingin ikut serta membantu dalam usaha saya,”tutupnya.
Dirham