Bali, 03-12-2021 – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid membuka acara pameran Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) dan industri kreatif yang digelar di sepanjang lobi Uluwatu, BNDCC, Nusa Dua, Bali tempat Rapimnas KADIN 2021 berlangsung, Jumat (3/12/2021).
Acara pameran UMKM dan industri kreatif ini merupakan bagian dari Rapimnas KADIN Indonesia yang akan berlangsung dari 3-4 Desember 2021. Pameran ini dibuka oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid dan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Anindya Bakrie didampingi tuan rumah acara, Ketua KADIN Bali Made Ariandi.
Susilo St, salah satu perwakilan dari KADIN dari KOTIM (Kota Waringin Timur) provinsi Kalimantan tengah yang turut menghadiri acara tersebut menyatakan bahwa dengan adanya RAPIMNAS ini kami ingin membangun komunikasi dan bersilaturahmi dengan teman-teman kadin seluruh Indonesia.
“Dimasa Pandemi ini perekenomian turun sampai dengan 80 persen”. Maka dengan adanya acara RAPIMNAS ini diharapkan kita bisa bangkitkan ekonomi.
“Kami ingin membangun sinergi didalam KADIN kabupaten”. Lebih lanjut Susilo menjelaskan bahwa KADIN itu asal mulanya dari daerah bukan dari pusat.
Jadi, “Kami ingin membangun sinergitas baik itu dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat” terangnya.
Terkait acara RAPIMNAS ini Susilo, St menjelaskan bahwa kedepan diharapkan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Misalnya di acara sesi acara pembukaan yang boleh masuk dibatasi hanya 700 orang saja yang punya undangan dan telah distempel oleh Paspampres.
“Saya sendiri sih tidak menyesal karena di dalam dunia usaha tidak ada kata menyesal semua pengusaha itu petarung dan berani mengambil resiko ” ungkapnya.
Kami sendiri di KADIN KOTIM berjiwa besar karena kami di KOTIM sebagai wadah dunia usaha terangnya.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwasanya RAPIMNAS ini merupakan sebagai ikon kebangkitan ekonomi pasalnya di 2 tahun yang lalu masa Pandemi Covid-19 menghantui negara kita. Dan Kita baru bisa melaksanakan kegiatan silaturahmi seperti ini.
Ia berharap dalam acara RAPIMNAS ini jika ada hal yang kurang itu bisa dibenahi.” Kami ingin dengan adanya acara ini menjadi momen kebersamaan”. Ia sendiri mengaku ingin mendapat ilmu dari acara rampimnas KADIN ini.
Jadi, nanti diacara ini ada beberapa menteri yang turut hadir dan presentasi dan presentasi tersebut nanti akan kami sampaikan kedaerah jelasnya.
Susilo menegaskan bahwa tujuan utama RAPIMNAS adalah untuk mencari ilmu, dan ilmu tersebut nantinya akan kami sampaikan ke kepala daerah.
Susilo menyebut perwakilan dari Kalimantan tengah sendiri ada sekitar 26 orang yang hadir. Dari KADIN KOTIM sendiri kami ingin adanya pengakuan bagi pemerintah daerah bahwa KADIN itu ada untuk daerah.
Sejauh ini terus terang banyak bupati yang belum mensupport KADIN. Saya ingin KADIN di bawah kepemimpinan Arsyad Rasjid bisa memberikan terobosan bahwa KADIN itu ada manfaatnya dan memiliki asas manfaat.
Susilo menyebut intinya kami ingin KADIN di daerah bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19. Karena sejatinya ekonomi itu bangkit dari daerah, jika ekonomi di daerah bangkit maka ekonomi akan bangkit juga tetapi dengan catatan adanya sinergitas tadi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat tandasnya.
Kami sendiri saat ini sedang membangun rumah kurasi yakni rumah yang nantinya akan mengkurasi produk UMKM. Selain itu ia menyebut KADIN KOTIM akan bekerjasama dengan diaspora dengan harapan UMKM kami tampil di dunia internasional.
Untuk menghidupkan program UMKM di daerah kami di KOTIM sendiri sudah memiliki program dimana seluruh pengusaha harus mencintai hasil produk dari daerahnya sendiri dan program tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun lebih bertepatan dengan awal masa Pandemi Covid-19.
Selain itu kami juga setiap Sabtu malam berkumpul di salah satu pusat perbelanjaan yang menjual produk UMKM lokal. Jadi seluruh penjabat dan pengusaha jika berbelanja harus di tempat itu hal ini diharapkan bisa membantu membangkitkan kembali geliat UMKM di Kota KOTIM pungkasnya.
(Slamet)