Jakarta,Ponorogo, 24-10-2021 – Puncak Hari Santri Nasional (HSN) diperingati dengan hal berbeda di Kabupaten Ponorogo. Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes), jamaah masjid dan mushala turun ke jalan dengan ngonthel bersama dengan menggunakan sarung dan berpeci, dikutip dari Lensaindonesia.com
Foto : Grub WOC (Walikukun Onthel Clup) Salah Satu Grub Onthel Di Ponorogo
Acara tersebut bertajuk “Ngonthel Bareng Santri Bersarung dan Peci secara Prokes”. Dan, dibagi dalam 6 titik. Salah satu rutenya adalah dari Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, hingga finish di Paseban Alun-alun Ponorogo.
“Total ada 6.221 peserta, sengaja dibagi menjadi 6 titik supaya tidak terjadi kerumunan. Tentu kita lakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes),” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang juga ikut ngonthel pada Minggu (24/10/2021).
Foto : Rusdianto salah satu peserta sepeda Ngonthel
Peringatan Hari Santri Nasional sangat penting bagi bangsa. Dengan harapan, generasi muda tidak melupakan sejarah yang besar dari para santri. Dimana pecahnya perang 10 November di Surabaya itu, dimulai dengan seruan resolusi jihad dari Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, jelas Sugiri.
“Kami ingin generasi muda tahu, bahwa dulu itu santri berperan mempertahankan kemerdekaan. Ikut berperang melawan agresi militer Belanda di Surabaya,” jelas bupati yang akrab dipanggil Kang Giri.
Namun, perang yang sekarang dialami bangsa ini, kata Sugiri lagi, adalah melawan pandemi Covid-19. Sehingga, bagi yang belum sadar vaksin, akan di edukasi atas pentingnya vaksinasi. “Mungkin di Indonesia, satgas prokes Covid-19 satu-satunya. Saya ingin santri berjihad melawan virus Corona, melawan kebodohan dan kemiskinan,” pungkas Sugiri.
(Reg)
(Slamet)