Jakarta,01-04-2021
Frans Watu menyampaikan, sekitar 2 (dua) tahun lalu Pak Jokowi udah menetapkan 10 (sepuluh) detinasi unggulan yang salah satunya adalah Danau Toba termasuk Labuan Bajo Mandalica, jelas Pak Frans Watu Sekjen MIO (01/04).
Labuan Bajo hari ini kita lihat berkembang, karena semua masyarakat mencintai Danau Toba, entah karena masyarakatnya emang mencari nafkah sebagian besar di Danau Toba, entah karena itu merupakan tempat pariwisata bagi mereka. Yang jelas semua masyarakat sangat mencintai Danau Toba.
Kalau memang mau di fokuskan menjadi tempat Pariwisata, sekitar danau Toba harus dibersihkan dulu biar ada daya tarik bagi wisatawan asing maupun lokal tentunya harus ada tempat tersendiri juga bagi warga yang mencari nafkah di Danau Toba agar mereka tak kehilangan mata pencariannya, tambahnya.
Menurut saya keindahan alam Danau Toba itu sangat luar bisa, dan meeupakan danau yang mempunyai pulau besar ditengah-tengah danaunya. Kmpp ini bisa menjadi corong atau jembatan untuk memajukan danau toba, walaupun yang jelas ada benturan-benturan dari masyarakat yang telah mencari nafkah lama disitu, yang jelas itu semua harus diselesaikan dengan baik, biar tidak ada yang dirugikan, jelas Frans Watu.
Kalau dari penilaian saya pribadi dan mungkin itu dari semuanya juga kalau ketua yang baru ini kepribadiannya bagus, sosialnya bagus dan lain-lainnya. Nyatanya semua tokoh dirangkul untuk memajukan Pariwisata di Pulau Bajo dan untuk menyatukan masyarakat Batat khususnya.
Harapan saya dengan hadirnya KMDT ini bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat supaya apa yang kita harafkan darib Danau Toba agar bisa menarik invektor dan pengunjung ke Danau Toba tebih banyak lagi, tutup Frans Watu Sekjen MIO Dan AYS Prayogie Ketua MIO.
(Slamet)