Apel Pagi Kantah Lampung Tengah: Perkuat Disiplin dan Sinergi

Lamteng, jejakprofil.com — Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lampung Tengah kembali menggelar Apel Pagi Rutin pada Rabu (16/9/2026). Tak sekadar menjadi agenda penegakan disiplin, apel tersebut dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi sekaligus evaluasi capaian Program Strategis Nasional (PSN), khususnya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Apel yang berlangsung di halaman Kantah Kabupaten Lampung Tengah itu dipimpin langsung Kepala Kantah Lampung Tengah, Lukman Nulhakim, S.SiT., M.Si., dan diikuti seluruh jajaran pegawai, mulai dari pejabat pengawas, koordinator kelompok substansi, PNS, PPPK, hingga jajaran pelaksana lainnya.

Dalam arahannya, Lukman menegaskan pentingnya memperkuat kedisiplinan, sinergi, dan komitmen bersama dalam mencapai target pelayanan pertanahan yang telah ditetapkan Kementerian ATR/BPN.

Menurutnya, apel rutin menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, mengevaluasi kinerja, sekaligus memastikan setiap jajaran bergerak secara terukur dalam mendukung percepatan penyelesaian PTSL.

Ia meminta seluruh tim PTSL, mulai dari pengumpulan data fisik dan yuridis hingga proses penerbitan sertipikat, bekerja lebih intensif dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Selain itu, jajaran Satgas PTSL diminta memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, hingga pemerintah kampung/desa. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala administratif maupun teknis yang muncul di lapangan.

“Masyarakat sangat menantikan kepastian hukum atas tanah mereka melalui program PTSL ini. Oleh karena itu, mari kita terus tingkatkan kualitas pelayanan dengan prinsip transparan, akuntabel, dan tepat waktu,” tegas Lukman.

Melalui apel rutin dan penguatan koordinasi tersebut, Kantah Kabupaten Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja serta mengoptimalkan pencapaian target PTSL demi memberikan kepastian hukum dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.