Jepang Mode Ganas di Piala Dunia, Syaiful Amri: Ancaman!

Bangga Skuad Lokal Harusnya Jadi Contoh PSSI

JP News28 Dilihat

JAKARTA, JejakProfil – Jepang baru saja umumkan skuad Piala Dunia 2026 minus Mitoma dan Takumi Minamino.

Total ada 26 pemain untuk menghadapi FIFA World Cup 2026 yang dirilis Asosiasi Sepak Bola Jepang.

Pelatih Hajime Moriyasu tetap mengandalkan kombinasi pemain senior dan talenta Eropa yang sudah matang secara mental.

Sorotan utama tentu mengarah kepada Yuto Nagatomo.

Bek veteran itu kembali dipercaya memperkuat Samurai Biru dan berpeluang tampil di Piala Dunia untuk kelima kalinya.

Di usia yang tak lagi muda, Moriyasu masih melihat Nagatomo sebagai simbol pengalaman dan disiplin bertahan.

Di sektor belakang, Jepang tetap tampil solid dengan kehadiran Takehiro Tomiyasu, Ko Itakura, Hiroki Ito, hingga Yukinari Sugawara.

Nama-nama ini menjadi fondasi permainan agresif Jepang yang mengandalkan pressing cepat dan distribusi bola dari lini belakang.

Moriyasu juga membawa beberapa pemain yang baru pulih cedera.

Wataru Endo tetap menjadi jenderal lapangan tengah bersama Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Ritsu Doan, dan Junya Ito.

Dari sisi kualitas permainan, lini tengah Jepang masih terlihat jauh lebih stabil dibanding mayoritas wakil Asia lainnya.

Untuk urusan mencetak gol, Jepang memasang kombinasi striker pekerja keras dan penyerang cepat.

Mereka yakni Daizen Maeda, Ayase Ueda, serta Koki Ogawa.

Sementara posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Zion Suzuki bersama Keisuke Osako dan Tomoki Hayakawa.

Pemain Mahal Absen

Namun ada dua pemain mahal Jepang absensi dalam skuad kali ini di Piala Dunia 2026.

Ya, Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino. Keduanya absen akibat cedera.

Karena kondisi fisik belum pulih dua pemain kreatif itu jelas mengurangi daya ledak Jepang di sektor sayap.

Syaiful Amri pria yang pernah bekerja sebagai jurnalis Jawa Pos Group ini mengatakan harga pasar

Minamino di angka €27,2 juta atau sekitar Rp 460 miliar.

Kaoru Mitoma yang kini memasuki usia 28-29 tahun diprediksi berada di kisaran angka yang sangat tinggi.

Data Transfermarkt menunjukkan nilai pasar per Maret 2026 mencapai sekitar €40-45 juta (Rp 700+ miliar).

“Wajar jika Jepang cukup kehilangan dua pemain mahal ini tapi secara permainan tidak mengubah gaya determinasi yang membahayakan setiap lawan,” ulas Syaiful.

Meski begitu, Jepang tetap datang dengan modal mengerikan.

Setelah mengejutkan dunia dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol pada FIFA World Cup Qatar 2022, performa Samurai Biru terus menanjak.

Mereka sukses menahan Meksiko, mengalahkan Brasil di kandang, bahkan mempermalukan Inggris di laga tandang.

Jepang kini bukan lagi sekadar tim kuda hitam Asia, tetapi sudah berubah menjadi ancaman nyata bagi negara-negara besar Eropa.

Di FIFA World Cup 2026 nanti, Jepang tergabung di Grup F bersama Netherlands, Tunisia, dan Sweden.

Melihat kedalaman skuad dan pengalaman pemain mereka di liga-liga Eropa, Jepang jelas bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata.

Pandangan Penonton Sepak Bola:

Syaiful Amri menilai Jepang tetap berbahaya di FIFA World Cup 2026 meski kehilangan Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino.

Menurut Syaiful, Samurai Biru kini mengandalkan sistem permainan kolektif yang matang dan konsisten.

“Dulu Jepang bergantung pada pemain bintang. Sekarang mereka punya kedalaman skuad yang sangat kuat,” kata Syaiful Amri.

Syaiful menyebut Jepang tetap solid meski tanpa Mitoma dan Minamino di lini serang.

Menurutnya, pressing Jepang terlihat rapih dengan transisi cepat dan mental bertanding level dunia.

Syaiful menilai negara-negara Eropa kini mulai mewaspadai perkembangan Jepang.

Jepang terus menunjukkan perkembangan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Pada FIFA World Cup Qatar 2022, Jepang mengalahkan Germany dan Spain di fase grup.

Jepang tampil disiplin dengan organisasi taktik dan keberanian menyerang yang sangat efektif.

Raja Asia Ditakuti Dunia

Banyak pengamat kini melihat Samurai Biru sebagai kekuatan baru sepak bola dunia.

Jepang juga tampil konsisten sepanjang agenda FIFA Match Day 2023 hingga 2025.

Mereka bermain imbang melawan Mexico dalam laga internasional.

Jepang juga sukses mengalahkan Brazil di kandang sendiri.

Samurai Biru bahkan mencuri kemenangan saat menghadapi England di laga tandang.

Catatan itu menunjukkan Jepang kini tidak hanya mendominasi level Asia.

Jepang juga rutin mengalahkan South Korea dalam berbagai laga internasional.

Mereka beberapa kali menundukkan Australia dan Saudi Arabia.

Tempo Permainan

Jepang tampil unggul dalam tempo permainan dan organisasi taktik modern.

Perjalanan Jepang menuju FIFA World Cup 2026 berjalan cukup mulus.

Mereka tampil dominan sepanjang fase kualifikasi zona Asia.

Jepang memiliki lini serang produktif dengan pertahanan yang sangat disiplin.

Banyak pemain Jepang kini bermain di kompetisi elite Eropa.

Kondisi itu membuat kualitas permainan Jepang semakin stabil setiap tahun.

Wataru Endo menjadi motor permainan lini tengah Samurai Biru.

Takefusa Kubo tampil kreatif dalam membangun serangan Jepang.

Daichi Kamada dan Takehiro Tomiyasu juga menjadi pilar utama tim.

Mayoritas pemain inti Jepang kini bermain di level tertinggi sepak bola Eropa.

Belajar dari Sepak Bola Jepang

Syaiful Amri meminta Asia Tenggara belajar dari perkembangan sepak bola Jepang.

Ia menilai Jepang sukses membangun fondasi sepak bola modern sejak usia muda.

Jepang juga konsisten meningkatkan kualitas liga domestik mereka.

Mereka berani mengirim pemain muda ke Eropa sejak usia dini.

“Jepang punya sistem sepak bola yang jelas dari akademi sampai timnas senior,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, banyak negara Asia masih kesulitan mengejar perkembangan Jepang.

Ia menyebut Football Association of Indonesia perlu belajar dari model pembinaan Jepang.

Daftar Skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026
  • Kiper: Tomoki Hayakawa, Keisuke Osako, Zion Suzuki.
  • Bek: Tomoya Ando, Ko Itakura, Hiroki Ito, Yuto Nagatomo, Ayumu Seko, Yukinari Sugawara, Junnosuke Suzuki, Shogo Taniguchi, Takehiro Tomiyasu, Tsuyoshi Watanabe.
  • Gelandang: Ritsu Doan, Wataru Endo, Junya Ito, Daichi Kamada, Takefusa Kubo, Keito Nakamura, Kaishu Sano, Ao Tanaka.
  • Penyerang: Keisuke Goto, Daizen Maeda, Koki Ogawa, Kento Shiogai, Ayase Ueda.