Inovasi Pageant Nasional, Mermaid & Merman Indonesia 2026 Soroti Pelestarian Laut

Lifestyle3 Dilihat

Jakarta — Ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026 hadir sebagai inovasi baru dalam industri pageant nasional dengan membawa misi besar: mempromosikan wisata bahari Indonesia sekaligus mengangkat kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan laut.

Diselenggarakan dalam rangkaian Marine Actions Expo (MAX), kompetisi ini tidak sekadar menampilkan keindahan estetika, tetapi juga memadukan olahraga mermaiding, seni pertunjukan, dan pesan kuat tentang konservasi laut. Salah satu agenda unggulannya adalah wet performance atau penampilan bawah air yang menjadi bagian krusial dalam proses penilaian. Minggu (26/4/2026).

Ketua Umum Yayasan El John Indonesia, M. Johnnie Sugiarto, menegaskan bahwa konsep ini merupakan terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya di dunia pageantry.

“Selama ini mermaid dan merman berkembang di berbagai negara, tetapi belum pernah ada yang menyandingkannya dengan pageantry. Kami menjadi yang pertama mengawinkan konsep ini, sehingga lahir sebuah pageant mermaid merman,” ujar Johnnie.

Menurutnya, Mermaid & Merman Indonesia bukan hanya soal penampilan, tetapi juga menuntut kekuatan fisik, kesehatan, dan profesionalitas. Bahkan, industri ini dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang ekonomi baru.

“Mermaid & Merman Indonesia melibatkan kekuatan fisik, kesehatan, dan profesionalitas. Bahkan kini berkembang menjadi industri yang menciptakan peluang ekonomi,” tambahnya.

Penyelenggara menegaskan bahwa para finalis tidak hanya membawa gelar, tetapi juga mengemban misi besar untuk mendorong promosi wisata bahari Indonesia ke level global.

Seluruh finalis dipersiapkan sebagai duta marine tourism yang mampu memperkenalkan keindahan bawah laut Indonesia ke panggung internasional.

Sebelum memasuki masa bootcamp, para finalis telah menjalani berbagai persiapan, mulai dari pembuatan konten video bertema wisata bahari hingga photoshoot yang menonjolkan keindahan laut serta budaya maritim Indonesia. Rangkaian ini menjadi pembekalan untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai representasi Indonesia di sektor wisata bahari.
Sebagai bagian dari program pengembangan wawasan, para pemenang akan diberangkatkan ke Maldives. Kunjungan ini bertujuan agar mereka dapat mempelajari langsung bagaimana negara tersebut mengelola dan melindungi lautnya hingga sukses menjadi ikon marine tourism dunia.

“Kita memberikan mereka kesempatan untuk liburan ke Maldives. Di sana mereka bisa melihat bagaimana negara lain memprotek lautnya sehingga Maldives bisa menjadi ikon pariwisata marine tourism seluruh dunia,” jelas M Johnnie Sugiarto.

Menurut penyelenggara, Indonesia memiliki kekayaan laut yang tidak kalah indah. Namun, tantangan terbesar terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan di sektor wisata bahari.

“Secara alam, Indonesia itu memang luar biasa. Tapi kita masih perlu meningkatkan kualitas SDM agar pelayanan kepada wisatawan lebih maksimal. Dari situ akan tercipta promosi dari mulut ke mulut yang mengundang lebih banyak wisatawan internasional,” katanya.

Selain kunjungan ke Maldives, para finalis juga diprogramkan untuk bertemu dengan pelaku industri pariwisata, termasuk pengelola dive center, guna mempelajari strategi pengelolaan dan pemasaran destinasi bawah laut.

Penyelenggara menekankan bahwa seluruh finalis sejatinya sudah menjadi pemenang. Mereka diharapkan berperan aktif dalam menjaga sungai, laut, dan budaya Indonesia, sekaligus menjadi agen promosi wisata bahari nasional.

“Kepada semua finalis, itu sudah menjadi pemenang. Kita berharap semuanya aktif membantu Indonesia menjaga laut, sungai, dan budaya, sehingga Indonesia bisa dibawa ke panggung dunia,” tegasnya.

Ke depan, ajang ini juga akan diperluas ke tingkat internasional. Edisi kedua dijadwalkan berlangsung pada 2–4 April 2027 dengan target menghadirkan peserta dari berbagai negara.

“Tahun depan kita akan promosikan lebih masif lagi, mengajak mermen-mermaid seluruh dunia untuk datang ke Indonesia,” ungkap M Johnnie Sugiarto.

Pihak panitia berharap dukungan pemerintah dapat memperkuat promosi dan akomodasi peserta internasional, mengingat event ini selama ini digelar secara swasta murni.

“Kita swasta sangat berat kalau jalan sendiri seperti ini. Kita berharap ada peranan pemerintah, baik dalam promosi maupun dukungan akomodasi,” ujarnya.

Dengan perpaduan olahraga, seni, edukasi, dan kampanye lingkungan, Mermaid & Merman Indonesia 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga medium strategis untuk memperkenalkan potensi maritim Indonesia kepada dunia.

(Slamet)