Saham DKFT Melonjak 207% di 2025, Omega Resources Targetkan Laba Rp630 Miliar

Publik12 Dilihat

JAKARTA – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan lonjakan kinerja sepanjang 2025, ditopang kenaikan harga saham dan laba bersih yang signifikan.

Direktur PT Central Omega Resources Tbk, Andi Jaya, dalam paparan publik, Selasa (22/4/2026), mengatakan saham DKFT melonjak dari Rp236 pada awal 2025 menjadi Rp725 pada akhir tahun, atau naik sekitar 207 persen.

Dari sisi kinerja keuangan, perseroan membukukan pendapatan Rp1,57 triliun, naik 7,87 persen secara tahunan. Laba bersih meningkat 38,44 persen menjadi Rp574,39 miliar, dengan laba per saham (EPS) naik menjadi Rp104,02.

Sejalan dengan kinerja tersebut, perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp70 per saham dengan rasio pembayaran sekitar 68 persen.

“Pembagian dividen ini merupakan bentuk komitmen kami kepada pemegang saham,” ujar Andi Jaya.

Memasuki 2026, perseroan menargetkan penjualan bijih nikel sebesar 1,93 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai lebih dari 3 juta ton.

Penurunan ini mengikuti kebijakan pemerintah dalam mengendalikan produksi nikel nasional guna menjaga keseimbangan pasar global.

Meski volume turun, perseroan memproyeksikan pendapatan tetap stabil di kisaran Rp1,57 triliun. Laba bersih ditargetkan meningkat menjadi sekitar Rp628 miliar hingga Rp630 miliar.

Untuk mendukung pertumbuhan, perusahaan berencana mengajukan revisi RKAB pada semester II 2026 serta memperkuat cadangan melalui eksplorasi dan potensi akuisisi tambang.

Di sisi keberlanjutan, perseroan mencatat telah menanam lebih dari 110 ribu pohon di Sulawesi Tengah serta tengah mengkaji penggunaan alat berat listrik dan pembangunan PLTS untuk menekan emisi karbon.