RAPIMNAS & BUKA PUASA BERSAMA BEPRO 2026 “Menguatkan Arah, Mengokohkan Solidaritas “

Nasional82 Dilihat

Jakarta, 27 Februari 2026 — Bepro sukses menyelenggarakan RAPIMNAS & Buka Puasa Bersama 2026 di Baliroom Hotel Sultan, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nasional sekaligus penguatan solidaritas antar anggota Bepro dari berbagai daerah di Indonesia, serta wujud kepedukan sosial dalam semangat Ramadan, Aktif dalam kebersamaan, Berbagi dalam keberkahan.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha Djumaryo, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda & Pekerja Seni Raffi Ahmad, Anggota DPR RI Komisi VI Kawendra Lukistian, Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fatmrni, serta Vice President Brand & Marketing Communications Telkomsel Emir Gema Surya. Turut hadir para VVIP dan VIP undangan serta jajaran pengurus DPP Bepra dari berbagai wilayan.

RAPIMNAS 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Berbagai gagasan dan aspirasi dari DPD Bepro di seluruh Indonesia yang telah dikonsolidasikan sepanjang tahun sebelumnya secara resmi disatukan dan ditetapkan sebagai arah strategis organisasi ke depan.

Ketua Umum Bepro, Lutfi Dipa, menyampaikan bahwa forum ini merupakan wujud kerja kolektif seluruh pengurus di berbagai daerah.

“RAPIMNAS ini dapat terwujud berkat arahan pimpinan serta masukan konstruktif dari seluruh pengurus Bepro. Ini adalah hasil kolaborasi dan semangat solidaritas yang kuat,” ujarnya.

Keberhasilan penyelenggaraan acara juga tidak lepas dari arahan Ketua Dewan Penasihat Bepro Kawendra Lukistian dan Ketua Dewan Pembina Ibnu Riza, yang konsisten memberikan panduan strategis dalam mengawal RAPIMNAS sebagai forum yang solid dan berdampak.

Selain agenda konsokdasi, acara ini turut menghadirkan presentasi gerakan pendidikan dari Rian Fahardhi melalui inisiatif Sekolah Tanah Air. Dalam pemaparannya, Rian menyoroti kondisi ribuan sekolah di wilayah Sumatera yang terdampak bencana dan mengganggu akses pendidikan ratusan ribu siswa.

Sebagai respons, Sekolah Tanah Air menginisiasi program Sekolah Darurat yang dijalankan melalui tiga fase: tanggap darurat, stabilisasi, dan transisi pemulihan. Tahap awal difokuskan pada tiga titik di Provinsi Aceh dengan menghadirkan tenda belajar, perlengkapan sekolah, dukungan sanitasi, serta pelatihan bagi guru lokal. Program ini menjadi bagian dari gerakan gotong royong 1.000 sekolah yang dimulai dari wilayah barat Indonesia.

“Sekolah darurat bukan sekadar membangun ruang belajar sementara, tetapi menjaga harapan anak-anak Indonesia agar tetap memiliki masa depan,” ujar Rian.

Rangkaian kegiatan RAPIMNAS juga diisi dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial. Momentum ini menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang arah kebijakan, tetapi juga tentang keberanian memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Bepro berharap semangat solidaritas dan persaudaraan yang terbangun dalam RAPIMNAS 2026 dapat terus terjaga dalam langkah menuju program-program berikutnya yang lebih solid dan berdampak luas bagi Indonesia.

(Red/Slamet)