Friesca Vera Clara Simanjutak: Akademisi, Sahabat, dan Perempuan yang Terus Bertumbuh

Lifestyle75 Dilihat

Bogor – Tidak mudah membagi waktu antara studi, karya ilmiah, dan kehidupan pribadi, namun Friesca Vera Clara Simanjutak, lahir di Bogor, membuktikan hal itu bisa dijalani dengan konsisten. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan Doktor (S3) Jurusan Ilmu Manajemen di Universitas Pakuan Bogor, sambil aktif berkarya dan membagi ilmu kepada banyak orang.

“Pendidikan bukan hanya tentang gelar, tapi juga tentang kemampuan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar,” ungkap Friesca.

Produktif Berkarya dan Berbagi Ilmu

Di tengah kesibukan studi doktoral, Friesca tetap produktif. Hingga kini, ia telah menulis 8 book chapter dan berbagai artikel serta jurnal ilmiah. Tidak hanya berhenti di tulisan, ia juga rutin memberikan pelatihan (training) kepada mahasiswa, komunitas, dan masyarakat luas.

Bagi Friesca, ilmu akan lebih bermakna jika dapat diterapkan dan dibagikan, sehingga manfaatnya dirasakan banyak orang.

Suka dan Duka di Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi perjalanan penuh dinamika. Di satu sisi, ia mengaku merasa lelah mengejar tuntutan studi dan menghadapi komunikasi yang terkadang berjalan satu arah. Namun, di sisi lain, banyak hal yang membuatnya bersyukur.

“Saya dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan mendukung saya, dari sahabat hingga mahasiswa. Bisa menghibur dan menolong mereka adalah sukacita tersendiri,” kata Friesca.

Ia juga mendapatkan pengalaman berharga melalui komunitas WOMAN (Women of Many Faiths), di mana perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk berdiskusi, bertumbuh, dan menjalin persahabatan.

Menatap 2026 dengan Harapan

Untuk tahun 2026, Friesca memiliki harapan sederhana namun mendalam: menjadi pribadi yang lebih baik dalam hal karier, cinta, dan studi. Ia ingin terus bertumbuh sebagai akademisi, sekaligus tetap hadir dan berdampak positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Di luar akademik, Friesca menikmati hobi traveling dan jalan santai, yang memberinya ruang untuk melepas penat, menjelajahi pengalaman baru, dan menambah perspektif. Ia juga menyukai warna merah, biru, dan hitam, yang mencerminkan energi, ketenangan, dan ketegasan dalam kesehariannya.

Perjalanan yang Bermakna

Friesca Vera Clara Simanjutak adalah contoh perempuan yang membuktikan bahwa perjalanan hidup tidak selalu harus sempurna untuk menjadi bermakna. Dengan semangat belajar yang konsisten, hati yang terbuka, dan keberanian melangkah, ia menunjukkan bahwa akademik, relasi, dan pengembangan diri bisa berjalan beriringan.

“Setiap langkah kecil yang dijalani dengan tulus akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan peka terhadap orang lain,” tutup Friesca.

(Ve)