Jakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) meraih penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori **Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat** yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI.
Penghargaan tersebut diberikan dalam puncak penganugerahan Mandaya Awards 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026), sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Wakil Rektor III) UNS, Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU., menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan ajang penghargaan tersebut. Menurutnya, Mandaya Awards menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja keras berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan tim kampus, dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi penyemangat bagi perguruan tinggi untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Penghargaan seperti ini memang harus tetap berlangsung karena dapat mendorong dan memberi semangat kepada kami semua, masyarakat dan kampus, untuk semakin berprestasi serta ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat,” ujar Dody seusai acara.
Penghargaan yang diraih UNS tersebut merupakan hasil program pemberdayaan masyarakat yang digagas dan dijalankan tim mahasiswa melalui kegiatan di Desa Pesah Petung, Kabupaten Negara Hanggar, sebagaimana disebutkan dalam keterangan wawancara. Program tersebut telah berjalan sekitar empat bulan sebelum tim mengikuti proses pendaftaran Mandaya Awards 2026.
Dalam program tersebut, mahasiswa mengusung inovasi pengolahan singkong berbasis mocaf (modified cassava flour) untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Program ini berangkat dari potensi singkong yang selama ini memiliki nilai jual relatif rendah dan belum terserap secara optimal. Melalui pengolahan menjadi tepung mocaf, mahasiswa berupaya menghadirkan alternatif bahan pangan pengganti tepung terigu sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan lokal.
Tepung mocaf tersebut direncanakan menjadi bahan baku utama berbagai produk olahan desa yang dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan memperluas pasar produk.
Dody menegaskan, UNS mendukung keberlanjutan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa. Dukungan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat pengembangan program agar tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui penghargaan ini, UNS diharapkan semakin termotivasi untuk memperluas kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.
Mandaya Awards 2026 merupakan ajang apresiasi nasional yang digelar Kemenko PM RI untuk memberikan penghargaan kepada individu, komunitas, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga sosial, hingga pesantren yang menghadirkan aksi nyata dan berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat serta penguatan kemandirian ekonomi.
Puncak penganugerahan tahun ini juga diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian apresiasi Innovilleague 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi dan praktik pemberdayaan masyarakat yang inspiratif di berbagai daerah.
(Red/Slamet)





