MALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-’Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 40 memberikan edukasi kepada masyarakat Dusun Codo Ledok, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, mengenai pembuatan dan pemanfaatan insektisida nabati sebagai salah satu alternatif pengendalian hama tanaman.
Program tersebut dilaksanakan sebagai salah satu program kerja unggulan KKN MAs dengan memanfaatkan bahan-bahan nabati yang relatif mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan ilmu Agroteknologi untuk membantu masyarakat mengenal alternatif pengendalian hama pada tanaman.
Serangan organisme pengganggu tanaman, khususnya hama, menjadi salah satu tantangan dalam kegiatan budi daya tanaman. Apabila tidak dikelola dengan baik, keberadaan hama dapat memengaruhi kualitas maupun kuantitas hasil pertanian. Oleh karena itu, pengelolaan hama menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan pertanian, termasuk pada skala pekarangan rumah.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan pemanfaatan bahan tumbuhan sebagai bahan dasar insektisida nabati. Bahan yang digunakan dalam formulasi meliputi serai, bawang putih, cabai, daun pepaya, dan daun sirsak. Kelima bahan tersebut memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan efek terhadap serangga sasaran.
Dalam praktiknya, formulasi dibuat menggunakan 200 gram serai, 100 gram bawang putih, 100 gram cabai, 500 gram daun pepaya, dan 500 gram daun sirsak yang diekstrak dalam 19 liter air. Mahasiswa menjelaskan bahwa formulasi tersebut merupakan ekstrak nabati sederhana dan bukan larutan dengan kadar zat aktif yang telah distandarkan secara laboratorium.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Masyarakat diajak mengikuti tahapan pembuatan mulai dari menyiapkan dan membersihkan bahan, menghaluskan bahan, mencampurkannya dengan air, menyaring ekstrak, hingga memasukkan larutan ke dalam wadah penyimpanan.
Mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan insektisida nabati secara aman. Sebelum digunakan secara luas, ekstrak dianjurkan untuk diuji terlebih dahulu pada sebagian kecil tanaman guna melihat kemungkinan gejala seperti daun terbakar, bercak, atau layu. Penyemprotan juga diarahkan pada bagian tanaman yang menjadi tempat hama, termasuk bagian bawah daun.
Kegiatan memberikan masyarakat pengalaman langsung dalam membuat dan menggunakan insektisida nabati. Masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai alternatif pengendalian hama berbasis bahan nabati sekaligus keterampilan dalam memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain meningkatkan keterampilan, program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Mahasiswa juga menekankan bahwa insektisida nabati tidak dapat diklaim secara mutlak untuk membasmi hama, tetapi lebih tepat dipahami sebagai bahan yang berpotensi menekan populasi atau mengurangi aktivitas makan serangga sasaran.
Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan dengan mendorong masyarakat membuat dan menggunakan insektisida nabati secara mandiri dengan tetap memperhatikan takaran, penyimpanan, dan cara penggunaan yang aman. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada warga lain yang belum mengikuti kegiatan.
Melalui program pembuatan insektisida nabati, KKN MAs Kelompok 40 berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat Dusun Codo Ledok dalam mengenal alternatif pengendalian hama berbasis bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
(Red)





