Jakarta – Upaya menjadikan koperasi sebagai wadah yang relevan bagi generasi muda menjadi salah satu fokus Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI).
Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-8 yang dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan bertajuk “Is The Prabowo Mind Wrong?”, AMKI mengajak anak muda memandang koperasi bukan lagi sebagai model usaha konvensional, melainkan sebagai pilar ekonomi masa depan yang modern, inklusif, dan berbasis gotong royong.
Ketua Umum AMKI, Frans Meroga Panggabean, mengatakan koperasi memiliki karakter yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, nilai kolektif, ekonomi berbagi, dan kesetaraan yang menjadi prinsip koperasi sejalan dengan budaya anak muda saat ini.
“Kami dari Angkatan Muda Koperasi Indonesia siap menjadi tulang punggung untuk membawa koperasi lebih dekat dengan generasi muda sehingga menjadi pilihan utama dan semakin diminati anak-anak muda Indonesia,” ujar Frans dalam Rakernas AMKI ke-8 dan Dialog Kebangsaan di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Frans menegaskan, Rakernas tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-79 sekaligus menjadi momentum membedah buku The Prabowo Mind melalui diskusi bertajuk “Is The Prabowo Mind Wrong?”.
Forum tersebut menghadirkan akademisi, pemerhati koperasi, serta sejumlah lembaga seperti CELIOS dan ICW untuk menguji berbagai gagasan mengenai pengembangan koperasi secara terbuka.
Menurutnya, AMKI meyakini kebijakan yang menempatkan koperasi sebagai arus utama (mainstream) perekonomian Indonesia merupakan langkah yang tepat dan selaras dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Pesan utama yang ingin kami sampaikan melalui buku ini adalah bahwa koperasi harus menjadi arus utama perekonomian Indonesia. Bangsa ini perlu kembali kepada ekonomi konstitusi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Angkatan Muda Koperasi Indonesia, João Angelo de Sousa, menilai program strategis nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Koperasi Merah Putih akan menjadi patron bagi generasi muda untuk membangun ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” papar Joao yang juga Direktur Utama PT. Agrinas Pangan Nusantara.
Tambah João lagi, koperasi modern harus dikelola secara digital melalui marketplace dan platform e-commerce agar mampu memperluas akses pasar bagi produk-produk masyarakat desa, pelaku UMKM, dan generasi muda.
Dalam Rakernas tersebut, AMKI juga membentuk lima satuan tugas (Satgas) yang akan fokus pada sosialisasi gerakan berkoperasi, pengembangan kapasitas pengelola koperasi, percepatan akses permodalan, pengembangan usaha, serta transformasi digital dan teknologi koperasi.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui pemenuhan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Sejak awal, Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, peran koperasi, UMKM, pelaku usaha lokal, dan BUMDes menjadi prioritas dalam memenuhi kebutuhan SPPG,” ungkap Destry.
Ia menambahkan, tahun 2026 ditetapkan sebagai Tahun Kualitas, sehingga pemerintah melakukan penataan terhadap SPPG agar seluruh layanan memenuhi standar higienitas, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi kepemudaan, AMKI berharap koperasi tidak hanya kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional, tetapi juga mampu menjadi ruang inovasi dan kewirausahaan yang menarik bagi generasi muda di era ekonomi digital.
(Slamet)



