Dallas, JejakProfil.com – Lamine Yamal mengaku tak gentar jelang laga kontra Prancis.
Penyerang berusia 19 tahun itu menikmati momen tersebut sebagai panggung pembuktian berikutnya.
“Kami tahu cara menghadapi situasi sulit,” ujar Yamal dikutip dari FIFA, Selasa 14 Juli 2026.
“Saya sama sekali tidak merasakan tekanan,” timpalnya.
Yamal menanggapi santai kritik yang menyebut performanya belum mencapai level terbaik sepanjang turnamen.
Ia yakin semifinal melawan Prancis akan menghadirkan cerita berbeda.
“Kalian bilang saya belum bermain maksimal. Jadi jangan berharap terlalu tinggi. Namun saya yakin besok menjadi hari yang spesial,” kata dia.
Yamal memang baru mencetak satu gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Kontribusi tidak hanya diukur melalui gol maupun assist tapi kreativitas di lapangan juga bernilai.
Datang dengan Percaya Diri
Timnas Spanyol membawa kepercayaan diri penuh menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Rabu 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
La Furia Roja hanya berjarak satu kemenangan menuju final pertama sejak menjuarai Piala Dunia 2010.
Semifinal kali ini menjadi pengalaman kedua Yamal di turnamen besar bersama Spanyol.
Pada Euro 2024, golnya membawa La Furia Roja menyingkirkan Prancis 2-1 sebelum akhirnya mengangkat trofi juara.
Pelatih Luis de la Fuente juga menjaga atmosfer tim tetap tenang menjelang duel sarat gengsi tersebut.
Dia ingin para pemain menikmati pertandingan tanpa terbebani ekspektasi besar.
“Kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Kami tidak boleh membiarkan tanggung jawab berubah menjadi rasa gugup,” ujar De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu mengaku terinspirasi generasi emas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010.
Semangat Iker Casillas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan David Villa kembali hidup dalam skuad saat ini.
Jangan Buang Kesempatan
De la Fuente meminta seluruh pemain menikmati kesempatan langka tampil di semifinal Piala Dunia.
Menurutnya, rasa syukur akan melahirkan permainan terbaik di lapangan.
“Saya hanya meminta mereka menikmati sepak bola dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka,” katanya.
Pelatih Spanyol itu menyebut duel melawan Prancis layak disebut final lebih cepat.
Kualitas kedua tim membuat pertandingan berlangsung dengan tensi sangat tinggi.
“Semifinal ini bisa saja menjadi final Piala Dunia,” tegas De la Fuente.
Semifinal lain antara Argentina dan Inggris memiliki kualitas yang sama.
Menurutnya, keempat negara pantas berada di empat besar karena memiliki kekuatan yang seimbang.
De la Fuente mengingatkan anak asuhnya agar menghindari kesalahan sekecil apa pun.
Dia percaya, detail kecil akan menentukan siapa yang melangkah ke partai puncak.
“Kami harus mengendalikan pertandingan, tampil efektif, dan tidak memberi lawan peluang,” ujarnya.
Yamal pun menyebut laga melawan Prancis sebagai pertandingan terbesar sepanjang karier profesionalnya.
“Ini pertandingan paling penting dalam hidup saya. Saya sangat antusias dan siap memberikan segalanya untuk Spanyol,” tutup Yamal.

