LOPI Perkuat Transformasi Bisnis, Targetkan Pendapatan Rp299,53 Miliar pada 2026

Publik29 Dilihat

Jakarta, — PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) menegaskan transformasi bisnis perusahaan dari jasa freight forwarding konvensional menjadi platform ekosistem rantai pasok terintegrasi berbasis supply chain engineering.

“LOPI kini bergerak menuju ekosistem supply chain engineering dengan fokus pada sektor bernilai tambah tinggi dan layanan logistik spesialis,” ujar Direktur LOPI Budi Mulyana dalam Public Expose di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurut Budi, LOPI tengah memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan layanan project logistics, supply chain engineering, serta logistik berbasis teknologi.

Pada tahun buku 2025, LOPI membukukan pendapatan sebesar Rp130,1 miliar atau tumbuh 50,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp86,4 miliar. Laba bersih Perseroan meningkat menjadi Rp3,48 miliar dari Rp2,68 miliar pada 2024.

Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp107,3 miliar dengan total ekuitas mencapai Rp62 miliar. Sementara laba usaha tumbuh 22,13 persen menjadi Rp4,73 miliar.

Menurut Budi, pertumbuhan tersebut ditopang penguatan basis operasional, arus kas operasi yang positif, serta ekspansi layanan logistik bernilai tambah.

LOPI yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2023 itu saat ini didukung jaringan operasional di Jakarta, Surabaya, Tangerang, dan Bogor, serta jaringan afiliasi global di lebih dari 180 lokasi dunia.

Sepanjang 2025, Perseroan mencatat sejumlah aksi korporasi strategis, termasuk akuisisi 70 persen saham PT Wahana Multiguna Indonesia (WMI) untuk memperluas kapabilitas konsultansi manajemen dan outsourcing.

Selain itu, LOPI memperoleh kontrak payung pengadaan dan transportasi bersama PT Aztech Pandu Persada terkait fasilitas gas PHE Jambi Merang dengan nilai kontrak mencapai Rp150 miliar.

Anak usaha Perseroan, WMI, juga berhasil menjadi pemenang pertama paket pengadaan layanan operasional TransJakarta pada Desember 2025.

Dalam transformasi bisnisnya, LOPI mulai memperluas fokus usaha ke sektor healthcare dan life science, logistik cold-chain, biologics logistics, hingga dukungan logistik untuk rumah sakit dan laboratorium.

Perseroan juga memperkuat kapabilitas pada sektor gas industri dan cryogenic sebagai bagian dari pengembangan rantai pasok berbasis teknologi tinggi.

“Rantai pasok masa depan akan semakin menuntut presisi, keandalan, dan dukungan teknologi. Ini menjadi peluang bagi pemain logistik spesialis dengan kemampuan engineering yang kuat,” kata Budi.

Untuk 2026, Perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp299,53 miliar atau meningkat sekitar 2,3 kali dibanding realisasi 2025.

LOPI juga menargetkan laba bersih sebesar Rp20,65 miliar dengan total aset mencapai Rp178 miliar dan ekuitas sebesar Rp105 miliar.

Manajemen menyebut pertumbuhan tersebut akan didorong oleh ekspansi ekonomi digital, peningkatan aktivitas distribusi nasional, penguatan layanan logistik terintegrasi, serta sinergi usaha bersama WMI.

Sebagai bagian dari agenda strategis 2026, LOPI juga berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.

(Red/Slamet)