Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta Mulai Mematangkan Program “Kurban Berkah Baznas 1447 H/2026” Bertema “Kurban Jakarta Berkah Untuk Semua”

Nasional15 Dilihat

Jakarta — Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta mulai mematangkan program “Kurban Berkah Baznas 1447 H/2026” bertema “Kurban Jakarta Berkah Untuk Semua” dengan memperluas distribusi hewan kurban ke kawasan kumuh di Jakarta hingga wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di berbagai daerah Indonesia. Program tersebut dipaparkan dalam agenda Public Expose Kurban Berkah 2026 di Jakarta, Rabu (14/5/2026).

Ketua Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, Ahmad H. Abubakar, mengatakan program kurban tahun ini dirancang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi distribusi maupun jumlah penerima manfaat.

Menurutnya, program Kurban Berkah 2026 tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah tahunan, tetapi juga diarahkan sebagai gerakan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.

“Program ini kami hadirkan dengan pendekatan yang lebih terukur, berbasis data, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ahmad.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Bazis DKI Jakarta menggunakan pendekatan berbasis data center PSCL untuk memastikan distribusi kurban tepat sasaran, khususnya kepada masyarakat miskin ekstrem dan kelompok rentan di lima wilayah administrasi DKI Jakarta hingga Kepulauan Seribu.

Selain menyasar kawasan RW kumuh dan wilayah dengan tingkat kerentanan sosial tinggi, program tahun ini juga menghadirkan kegiatan sosial “Urban Fest Kampung Tanpa Matahari” di kawasan padat penduduk Jakarta Pusat yang minim akses cahaya matahari akibat kondisi permukiman berhimpitan.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Bahaudin, menjelaskan bahwa program kurban tahun ini menargetkan distribusi manfaat kepada sekitar 10 ribu mustahik di berbagai wilayah Indonesia.

Distribusi tersebut dilakukan melalui tujuh program utama, mulai dari “Qurban Berkah Jakarta”, distribusi kurban ke wilayah 3T dan desa minim akses, program kurban ASN dan Korpri, sedekah daging, hingga kurban untuk Palestina.

“Tercatat lebih dari 4.000 desa menjadi sasaran distribusi manfaat kurban melalui jaringan kemitraan dan masjid binaan,” kata Bahaudin.

Untuk mempermudah masyarakat, BAZNAS Bazis DKI Jakarta juga menghadirkan layanan kurban berbasis digital melalui aplikasi dan website resmi. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran, pembayaran, hingga memantau distribusi kurban secara real-time dan transparan.

Selain itu, program kurban tahun ini turut mengusung konsep Green Qurban dengan mengurangi penggunaan plastik dalam distribusi daging kurban dan menggantinya menggunakan kemasan ramah lingkungan.

Dalam Public Expose tersebut, BAZNAS Bazis DKI Jakarta juga memperkenalkan berbagai pilihan hewan kurban dengan harga kompetitif. Kambing atau domba reguler ditawarkan mulai Rp2,19 juta hingga Rp2,29 juta, sedangkan kambing premium berbobot 25–30 kilogram dipasarkan mulai Rp2,79 juta hingga Rp2,89 juta.

Adapun sapi kurban berbobot 200–300 kilogram tersedia mulai Rp12,69 juta hingga Rp19,99 juta, termasuk program sapi super dan sapi olahan kaleng untuk kebutuhan ketahanan pangan dan cadangan logistik kebencanaan.

Meski menawarkan harga terjangkau, BAZNAS Bazis DKI Jakarta memastikan seluruh hewan kurban memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Melalui program ini, BAZNAS Bazis DKI Jakarta berharap Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan memperluas pemerataan manfaat kurban bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

“Kurban Bapak dan Ibu sekeluarga adalah kebahagiaan bagi mereka yang menerima,” tutup Ahmad.

(Slamet)