Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERPINA DKI Jakarta menggelar Musyawarah Daerah (Musda) 2026 sebagai forum tertinggi organisasi untuk memperkuat konsolidasi, menentukan arah kepemimpinan, sekaligus menyusun program kerja ke depan.
Digelar bertepatan dengan momentum Hari Kartini, Musda DPD PERPINA DKI Jakarta berlangsung penuh semangat kebersamaan dan musyawarah mufakat. Forum tersebut dipimpin oleh Ketua DPD PERPINA DKI Jakarta periode 2024–2026, Risty Rustarto, serta dihadiri langsung Ketua Umum DPP PERPINA, Veve Safitri.
Sebanyak enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERPINA wilayah DKI Jakarta turut hadir dalam forum tersebut, yakni DPC Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.
Salah satu agenda utama Musda adalah estafet kepemimpinan DPD PERPINA DKI Jakarta. Dalam forum itu, Juliana Sofia Damu resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PERPINA DKI Jakarta periode 2026–2028.
Pergantian kepemimpinan ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perempuan dalam organisasi, kepemimpinan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua DPD PERPINA DKI Jakarta periode 2024–2026, Risty Rustarto, menegaskan regenerasi kepengurusan merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Setiap dua tahun sekali kita wajib melakukan regenerasi kepengurusan, terutama untuk pemimpin perempuan. Kita tidak bisa terus bertahan memimpin, karena itu berarti kita tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memiliki ruang yang sama dalam memimpin dan mengembangkan diri,” kata Risty.
Menurutnya, tugas perempuan pemimpin Indonesia bukan hanya hadir dalam organisasi, tetapi juga harus mampu mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, usaha, hingga kesejahteraan keluarga.
“Perempuan itu menjadi tiang dalam keluarga, dalam rumah tangga, bahkan juga dalam negara ini. Karena itu perempuan harus lebih berdaya, lebih mampu memimpin, baik di dunia kerja maupun dalam keluarganya sendiri,” ujarnya.
Risty juga menyoroti besarnya potensi perempuan di Indonesia yang jumlahnya mencapai hampir setengah dari total penduduk nasional. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi alasan kuat agar perempuan semakin aktif mengambil peran strategis di berbagai bidang.
Saat ini, PERPINA memiliki sekitar 500 anggota dengan jaringan kepengurusan yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia, bahkan hingga perwakilan di luar negeri.
Ia menjelaskan, fokus utama organisasi adalah mendorong perempuan menjadi penggerak roda ekonomi keluarga, mampu mengembangkan usaha, sekaligus menjadi inspirasi di lingkungan sekitarnya.
Selain itu, PERPINA juga aktif dalam advokasi terhadap perempuan, termasuk pendampingan kasus kekerasan seksual, diskriminasi di dunia kampus maupun dunia kerja, hingga pembelaan terhadap perempuan yang termarginalkan.
“Harapannya, sebagai organisasi pemimpin perempuan, kami bisa melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan baru yang lebih hebat, lebih inspiratif, dan mampu memperkuat perempuan lainnya. Karena semakin banyak perempuan yang berhasil, maka kita pastikan Indonesia berhasil menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Risty.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PERPINA, Veve Safitri, menegaskan PERPINA harus terus menjadi wadah perempuan yang solid, inspiratif, dan mampu menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui Musda 2026 ini, PERPINA DKI Jakarta diharapkan semakin kuat, progresif, dan siap melahirkan kepemimpinan perempuan yang visioner untuk masa depan.
(Slamet)

