Rektor ITI Tekankan Peran Lulusan sebagai Pencipta Lapangan Kerja dan Agen Perubahan

Pendidikan12 Dilihat

Tangerang Selatan (26/04/2026) — Institut Teknologi Indonesia (ITI) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan berkualitas melalui penyelenggaraan Wisuda Program Sarjana Semester Genap 2025/2026 yang berlangsung di Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kota Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan wisuda ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., yang kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam penguatan mutu pendidikan tinggi di Institut Teknologi Indonesia.

Prosesi ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik, tetapi juga mencerminkan kesiapan lulusan untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Rektor ITI, Prof. Dr. Ir. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kualitas lulusan merupakan prioritas utama institusi. Hal tersebut tercermin dari capaian akademik para wisudawan yang menunjukkan kinerja yang konsisten dan membanggakan, dengan masa studi yang relatif tepat waktu.

“Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di ITI berjalan secara efektif dan berkualitas,” ujarnya.

Wisuda periode ini diikuti oleh sekitar 149 lulusan program sarjana dari berbagai disiplin ilmu, termasuk peserta jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memberikan kesempatan bagi para profesional untuk melanjutkan pendidikan melalui pengakuan pengalaman kerja sebelumnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa lulusan ITI tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi masyarakat.

“Lulusan ITI diharapkan tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga mampu menciptakan peluang melalui inovasi dan kewirausahaan. Dengan menjaga kualitas dan relevansi pendidikan, ITI akan terus berkembang sebagai institusi yang dipercaya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi dan industri,” ujarnya.

Penegasan tersebut mencerminkan transformasi arah pengembangan pendidikan tinggi yang tidak lagi semata berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, melainkan pada penciptaan nilai, inovasi, dan solusi strategis bagi berbagai tantangan pembangunan. Dalam konteks ini, Institut Teknologi Indonesia terus memperkuat pendekatan pendidikan yang adaptif, relevan, dan berdampak, selaras dengan fondasi nilai historis yang digagas oleh pemrakarsa pendiri ITI, B. J. Habibie.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan menyampaikan apresiasi terhadap peran Institut Teknologi Indonesia dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menilai bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus mampu menghadirkan lulusan yang memiliki kompetensi kuat, adaptif terhadap perubahan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Pandangan tersebut memperkuat posisi ITI sebagai institusi pendidikan tinggi yang selaras dengan arah kebijakan nasional, khususnya dalam mendorong pendidikan tinggi yang berdampak dan berkontribusi nyata bagi pembangunan.

Dari perspektif lulusan, pengalaman belajar di ITI dinilai memberikan nilai tambah yang signifikan. Salah satu lulusan Program Studi Teknik Mesin, Milenia Safira Hilmanto, menyampaikan bahwa sistem pembelajaran yang fleksibel dan dukungan dosen menjadi faktor penting dalam keberhasilannya menyelesaikan studi.

“Program RPL memberikan fleksibilitas bagi kami yang bekerja, dengan dukungan fasilitas dan dosen yang profesional,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh lulusan Program Studi Teknik Elektro, Medina Ayu Dwimoza, yang merasakan lingkungan akademik ITI sebagai ruang yang mendukung proses belajar dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan memberikan dukungan dalam setiap proses perkembangan mahasiswa,” tuturnya.

Dengan bekal kompetensi akademik, kemampuan inovasi, serta nilai integritas yang ditanamkan selama masa studi, para lulusan ITI diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor pembangunan.

Sebagai bagian dari komitmen dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas, Institut Teknologi Indonesia membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk bergabung melalui berbagai program pendidikan. Informasi pendaftaran dan program studi dapat diakses melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru ITI di https://pmb.iti.ac.id.

(Slamet)