Satlantas Polres Metro Depok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, Fokus Helm, Lawan Arah, dan TNKB

Nasional38 Dilihat

DEPOK, – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok resmi menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 sepanjang Februari ini. Operasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Kota Depok. KAMIS (5/2/2026)

Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Joko Sembodo, mengatakan operasi akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

“Operasi ini menyasar sembilan jenis pelanggaran lalu lintas, namun prioritas utama kami adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, melawan arus, serta kendaraan yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB),” ujar AKBP Joko, Senin (2/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Jaya 2026 lebih mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif. Pola penindakan dibagi dengan komposisi 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen represif berupa penilangan.

“Edukasi dan pencegahan tetap menjadi prioritas. Penilangan dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Operasi ini akan digelar di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan atau black spot, mulai dari kawasan Jalan Margonda hingga Parung. Adapun lokasi prioritas meliputi Jalan Margonda Raya, Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Sawangan, Jalan Abdul Wahab, serta ruas Bojongsari–Parung.

Petugas yang diterjunkan ke lapangan dibekali surat tilang dan kewenangan penindakan langsung apabila ditemukan pelanggaran kasat mata. Selain pengawasan manual, Satlantas Polres Metro Depok juga mengoptimalkan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terpasang di Jalan Margonda untuk memantau pelanggaran secara elektronik.

“Penegakan hukum tidak hanya di lapangan, tetapi juga melalui sistem ETLE yang sudah aktif,” kata Joko.

Untuk mendukung kelancaran operasi, sebanyak 200 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan selama kegiatan berlangsung.

AKBP Joko pun mengimbau masyarakat agar menjadikan ketaatan berlalu lintas sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban saat ada operasi.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa disiplin berlalu lintas adalah kunci keselamatan bersama di jalan raya,” pungkasnya.

( DEDY HARYADI )