100 Tahun NU, Meneguhkan Islam Damai dalam Kebangsaan

Nasional6 Dilihat

Jakarta – 100 Tahun NU menjadi penanda penting perjalanan Nahdlatul Ulama dalam merawat Islam yang damai sekaligus memperkokoh fondasi kebangsaan Indonesia.

Puncak Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (31/1), bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum refleksi dan peneguhan khidmah NU untuk agama, bangsa, dan negara.

Pengurus Harian Lembaga Dakwah PBNU, Soleh Sofyan, menegaskan bahwa selama satu abad berdiri, NU konsisten menjaga nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah dinamika zaman. NU hadir bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral yang menenangkan kehidupan kebangsaan.

“Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama di Istora Gelora Bung Karno ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi peneguhan kembali khidmah NU untuk agama, bangsa, dan negara,” ujar Soleh dalam keterangannya.

Ia menuturkan, sejak awal kelahirannya, NU dibangun oleh para ulama yang tidak hanya mendalam dalam ilmu agama, tetapi juga arif membaca realitas sosial dan kebangsaan. Dari lingkungan pesantren hingga ruang publik nasional, NU terus berperan sebagai penjaga moderasi, pengikat persaudaraan, dan penyangga moral bangsa.

“Selama 100 tahun, NU konsisten menjaga Islam rahmatan lil ‘alamin, merawat tradisi, memperkuat persatuan, dan menenangkan kehidupan kebangsaan Indonesia,” kata Soleh.

Menurutnya, perjalanan panjang NU menjadi bukti nyata bahwa Islam dan kebangsaan bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru saling menguatkan dalam membangun Indonesia yang damai dan bermartabat.

Momentum satu abad NU, lanjut Soleh, harus dijadikan titik tolak untuk melanjutkan perjuangan para muassis. NU dituntut terus memperkokoh ukhuwah, meneguhkan pengabdian, serta memastikan dirinya tetap menjadi rumah besar umat yang menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa.

“NU harus menghadirkan kesejukan, bukan perpecahan. Menghidupkan NU berarti menghidupkan nilai-nilai para pendahulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan semangat satu abad, NU akan terus berikhtiar menenangkan negeri dan menuntun generasi menuju masa depan Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat, sejalan dengan cita-cita besar para pendiri organisasi.

(Red/Slamet)