KKP Gaungkan OIS 2026 di Dua Event Internasional di Bali

Ekonomi29 Dilihat

BALI, (30/1) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempersiapkan pelaksanaan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang akan berlangsung di Bali pada awal Juni mendatang. Terbaru, KKP menggaungkan OIS 2026 ke ratusan peserta dua event besar, yakni konferensi dan pameran internasional Bali Ocean Days, dan pertemuan ke-30 Coastal States Alliance (CSA) di Bali.

“Di balik persiapan acara, kami juga terus menggaungkan substansi pelaksanaan OIS 2026. Semakin banyak pihak yang mengetahui, apalagi berpartisipasi, tentu akan banyak yang bisa kita hasilkan dari pelaksanaan OIS 2026,” ujar Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto Darwin dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Jumat (30/1).

Doni menjabarkan, kehadiran OIS 2026 di dua event internasional di Bali hari ini karena kegiatan tersebut mengangkat isu kelautan dan perikanan, yang sejalan dengan pelaksanaan OIS.

Bali Ocean Days misalnya, konferensi yang dihadiri perwakilan sejumlah negara, pimpinan organisasi nirlaba dunia, ini diantaranya mengupas tentang pembangunan wilayah pesisir, wilayah konservasi terumbu karang, serta persoalan sampah di laut.

Sedangkan pertemuan ke-30 Coastal States Alliance (CSA) membahas upaya menjaga populasi perikanan tuna menuju sidang Technical Committee on Allocation Criteria (TCAC) di Perth, Australia pada 3-6 Februari. Pertemuan ini dihadiri perwakilan negara-negara pantai dan organisasi perikanan yang menjadi bagian dari Komisi Tuna Samudra Hindia (IOTC).

John Burton, peserta pertemuan ke-30 Coastal States Alliance (CSA) menyatakan dukungannya atas pelaksanaan OIS 2026. Pendiri organisasi The Sustainable Fisheries and Communities Trust (SFACT) itu memastikan akan hadir pada acara OIS di 8-9 Juni mendatang.

“Pelaksanaan OIS adalah sinyal kepemimpinan Indonesia di sektor kelautan dan perikanan. Saya baru tau tentang OIS setelah melihat video presentasi di WEF lalu. Saya menyatakan saya akan datang,” ungkapnya.

OIS 2026 di Bali dijadwalkan berlangsung pada 8-9 Juni mengangkat tema Unlocking The Potential of the Blue Economy. Indonesia sebagai penyelenggara event telah mendapat dukungan dari organisasi ekonomi dunia World Economic Forum dan organisasi nirlaba yang fokus pada riset dan teknologi kelautan Ocean X.

Melalui pelaksanaan OIS yang baru akan digelar pertama kali itu, pemerintah Indonesia ingin mendorong lahirnya inovasi pemanfaatan sumber daya laut berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi biru di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dengan tetap menjaga kesehatan laut itu sendiri.

*BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KERJA SAMA LUAR NEGERI*