Asosiasi Kopdes/kel Merah Putih Se Indonesia Resmi Dideklarasikan, Perkuat Konsolidasi Ekonomi Desa Nasional

Ekonomi153 Dilihat

Kabupaten Bekasi — Asosiasi Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih Seluruh Indonesia resmi dideklarasikan dalam kegiatan Deklarasi dan Konsolidasi Nasional yang dihadiri perwakilan koperasi dari 38 provinsi, unsur legislatif, pemerintah daerah, serta mitra strategis koperasi.

Deklarasi ini menjadi tonggak penting penyatuan gerakan koperasi desa dan kelurahan dalam satu wadah nasional guna memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan dan fondasi pembangunan ekonomi nasional berbasis desa.

Ketua pelaksana Deklarasi, Namar Elsagaf, menyampaikan bahwa deklarasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah awal membangun kekuatan bersama koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

“Deklarasi ini adalah momentum menyatukan niat, harapan, dan komitmen koperasi desa agar memiliki posisi strategis dalam ekosistem ekonomi nasional,” ujar Namar, dalam acara Deklarasi Asosiasi KDKMP Se Indonesia, di Bekasi, Minggu (25/1/2026).

Ia menegaskan asosiasi dibentuk sebagai wadah koordinasi, konsolidasi, pengembangan kapasitas, serta kerja sama antarkoperasi untuk menghadirkan solusi ekonomi desa yang nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin koperasi desa tumbuh kuat, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Se Indonesia, Tri Wuryantoro, menyatakan bahwa asosiasi ini diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh Kopdes Merah Putih di Indonesia. Selain deklarasi, juga telah dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan KSP Nasari, agar menjadi salah satu upaya memperkuat konsolidasi, standarisasi tata kelola, dan memperluas kolaborasi strategis lintas sektor termasuk dengan pihak swasta agar dapat meningkatkan daya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Asosiasi ini kami bentuk sebagai wadah komunikasi dan sinergi antara koperasi desa dan kelurahan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi kerakyatan benar-benar berjalan di lapangan,” ujar Tri.

Ia menjelaskan, deklarasi ini diikuti peserta dari 38 provinsi, baik secara luring maupun daring, serta menjadi awal kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

“Tujuan kami jelas, menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat desa, termasuk menjembatani persoalan distribusi dan harga pasar,” tambahnya.

Dukungan terhadap pembentukan asosiasi ini juga datang dari DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Nevi Juwirina, menilai keberadaan asosiasi nasional sangat penting karena Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih merupakan program strategis pemerintah pusat.

“Saya sangat mendukung asosiasi ini. Kopdes Merah Putih adalah program Presiden, sehingga perlu wadah nasional yang mengoordinasikan dan mengawalnya,” ujar Nevi.

Ia mendorong pengurus asosiasi untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi agar arah kebijakan dan legalitas organisasi semakin kuat.

“Setelah deklarasi ini, pengurus harus segera audiensi dengan Menteri Koperasi agar asosiasi berjalan profesional dan terarah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi MM, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bekasi sebagai lokasi deklarasi nasional.

“Kami merasa bangga dan terhormat menjadi tuan rumah deklarasi Asosiasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Indonesia,” ujar Budi.

Menurutnya, koperasi desa memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis.

“Koperasi desa ke depan bisa menjadi tulang punggung distribusi logistik program nasional dan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Dari sisi dukungan permodalan dan penguatan kapasitas, Ketua Umum KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menegaskan komitmen jangka panjang pihaknya terhadap Kopdes Merah Putih.

“Kami menjalankan mandat langsung dari Menteri Koperasi. Kami telah menandatangani piagam komitmen untuk mendukung percepatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” ujar Frans.

Ia menegaskan dukungan KSP Nasari meliputi pelatihan, pendampingan, peningkatan kapasitas pengurus, akses permodalan, serta perluasan pasar.

“Komitmen kami bersifat jangka panjang. Kami akan terus mendukung sampai koperasi desa benar-benar menjadi pilar ekonomi kerakyatan dan masyarakat desa semakin mandiri,” tegas Frans yang juga sebagai Ketua Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI).

Deklarasi Nasional Asosiasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini diharapkan menjadi awal konsolidasi nasional koperasi desa dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mendorong pembangunan Indonesia dari desa, pungkasnya.

(Slamet)