Patrick Lesmana Rilis “Yabai”, Eksplorasi Prog-Rock dan Japanese Fusion yang Enerjik

Lifestyle38 Dilihat

Jakarta-Setelah setahun hiatus, gitaris solo asal Malang, Patrick Lesmana, akhirnya kembali dengan single terbarunya berjudul “Yabai”. Lagu ini menjadi single kedua setelah “Paradise Of Inner Fire” dan menegaskan eksplorasi musikal Patrick di ranah progressive rock, jazz fusion, hingga Japanese contemporary fusion.

Kata yabai dalam bahasa Jepang punya banyak arti—mulai dari “gila”, “berbahaya”, sampai “keren”. Konsep inilah yang diterjemahkan Patrick ke dalam komposisi musik yang spontan, eksperimental, dan penuh energi tak terduga.

Terinspirasi oleh musisi fusion Jepang seperti Casiopea, T-Square, dan Dezolve, serta pengaruh prog-rock klasik era 60–80-an seperti King Crimson, Frank Zappa, Yes, hingga Allan Holdsworth, “Yabai” menghadirkan permainan time signature dinamis, harmoni kompleks, dan improvisasi yang tetap terasa emosional.

Menariknya, “Yabai” juga merupakan judul EP yang telah dirilis Patrick pada 2023. Dalam proyek tersebut, Patrick tidak menjadikan gitar sebagai pusat utama, melainkan memberi porsi seimbang pada seluruh instrumen demi menonjolkan kekuatan komposisi.

Proses rekaman dilakukan di studio pribadinya, Suara Wibu Production, tanpa kendala berarti. Tantangan terbesarnya justru menjaga keseimbangan antara teknikalitas dan rasa agar musik tetap “hidup”.

Single “Yabai” kini sudah bisa didengarkan di seluruh digital streaming platform, sementara video visualizer-nya tersedia di Cadaazz Pustaka Musik Official YouTube Channel. Ke depannya, Patrick Lesmana berencana terus mengeksplorasi genre berbeda dalam karya-karya solonya.

(Ve)