Thom Haye Balas Lebanon Main Licik, Ogah Salaman

FIFA Match Day

Olahraga116 Dilihat

Surabaya, Jejakprofil – Gelandang timnas Indonesia Thom Haye menolak bersalaman dengan pemain Lebanon.

Peristiwa ini berlangsung usai laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (8/9/2025).

Haye melampiaskan kekesalannya karena Lebanon bermain licik dengan mengulur waktu sejak awal pertandingan.

Insiden mencuat ketika Marcelino Ferdinan memberikan bola kepada pemain Lebanon agar segera melakukan lemparan ke dalam.

Namun pemain Lebanon menolak menerima bola dan membiarkannya bergulir di depan kaki.

Sikap tidak sportif itu memicu ketegangan di lapangan hingga laga berakhir tanpa gol, 0-0.

Thom Haye melihat Marcelino dimarahi pemain lawan lalu maju ke depan untuk melindunginya.

Ia mendorong pemain Lebanon yang menghampiri Marcelino karena merasa kesal.

Setelah peluit panjang berbunyi, pemain Persib Bandung itu menolak setiap uluran tangan pemain Lebanon.

“Wajar Tom Haye kesal, memang ciri dan gaya main tim-tim Timur Tengah seperti itu,” kata Syaiful Amri, fans Garuda di Hati, usai laga.

Patrick Kluivert Angkat Bicara

Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert menilai taktik bertahan rapat Lebanon membuat Garuda kesulitan mencetak gol.

“Mereka benar-benar hanya bertahan di area sendiri. Kami sudah menyerang, menciptakan peluang, tapi tidak ada gol,” ujar Kluivert.

Ia menyoroti pertandingan yang panas akibat beberapa insiden dengan pemain lawan maupun keputusan wasit.

Meski begitu, ia tetap bersyukur karena semua pemain Indonesia terhindar dari cedera.

“Kami butuh semua pemain tetap sehat untuk dua laga penting bulan depan,” tegasnya.

Kluivert menilai skuad Garuda menunjukkan perkembangan positif dalam 10 hari terakhir.

Menurutnya, para pemain mulai memahami filosofi permainan yang ia terapkan.

“Kadang bola masuk, kadang tidak. Yang penting kami terus menciptakan peluang dan berjuang untuk negara,” tambahnya.

Jay Idzes dan Erick Thohir Beri Tanggapan

Kapten timnas Indonesia Jay Idzes menegaskan skuad Garuda tidak mengenal istilah laga persahabatan.

“Kami ingin menang di setiap pertandingan. Kami tim muda dengan staf baru dan pemain baru, tapi kami punya rencana dan visi jelas,” kata bek Sassuolo itu.

Statistik mencatat Indonesia menguasai 81 persen bola, sedangkan Lebanon hanya 19 persen.

Meski begitu, Garuda hanya menghasilkan sembilan tembakan tanpa satu pun tepat sasaran, sementara Lebanon melepas empat tembakan dengan satu mengarah ke gawang.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan tidak akan menambah pemain baru jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ia menilai skuad Garuda sudah cukup solid dengan kombinasi diaspora Eropa dan pemain lokal.

“Ini komposisi tebal, semua sudah diberi kesempatan main,” ujar Erick.

Erick mengakui penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah utama.

Namun ia menilai laga uji coba melawan Taiwan dan Lebanon memberi pengalaman berharga menghadapi tim Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Irak.

“Target kita ambil poin sebanyak-banyaknya di ronde empat. Kalau tidak, harus siap playoff,” tegasnya.

Indonesia akan bertandang ke Arab Saudi untuk melanjutkan perjuangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Jangan Lewatkan