Beranda / Nasional / Relawan SGI dan Solmet Depok Tarik Diri, Pelaksanaan Kirab Merah Putih di Depok Terancam Sepi Pendukung

Relawan SGI dan Solmet Depok Tarik Diri, Pelaksanaan Kirab Merah Putih di Depok Terancam Sepi Pendukung

Share:

DEPOK (KM) – Pelaksanaan giat Kirab Merah Putih di Kota Depok yang diselenggakan oleh elemen Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) diagendakan berlangsung pada hari Minggu, 3 September 2023 dengan titik awal Taman Djuanda Margonda Depok pada pukul 07.00 pagi WIB.
Kegiatan yang digelar untuk menyambut pemilu 2024 yang aman, tertib, dan damai tersebut merupakan aksi People Power yang juga dimaksudkan untuk menyampaikan pesan penolakan terhadap isu khilafah, radikalisme, terorisme, dan politik identitas serta untuk mendorong semangat melestarikan Pancasila dan merawat tradisi budaya nusantara.

Namun, jelang pelaksanaan kegiatan tersebut, beberapa organ pendukung seperti SGI (Seknas Ganjar Indonesia) dan Solmet (Solidaritas Merah Putih) kota Depok yang tergabung di dalam kepanitiaan menarik diri dari acara tersebut karena adanya ketidaksepahaman gagasan dengan pimpinan PNIB.

Saat dikonfirmasi Kupasmerdeka.com (28/8), Ketua SGI Depok, Yopi Setiabudi menyatakan bahwa pihaknya menarik diri dari acara tersebut karena pihaknya ingin agar acara Kirab tersebut sifatnya menyatukan seluruh relawan, bukan malah sebaliknya yang hanya ingin dikuasai oleh satu organ yang notabene tidak ada di Depok.

Yopi menambahkan, massa pendukung yang akan diterjunkan dalam kegiatan kirab tersebut merupakan massa pendukung dari S3 (SGI, Solmet, Saka).

“Jadi sungguh miris kalau baju kebesaran kita tidak boleh ditampilkan dalam kirab tersebut, kecuali mereka punya massa pendukung sendiri silahkan saja,” ungkapnya.

“Seharusnya biarkan saja kami pakai baju masing-masing organ, saya pikir lebih elegan dan kelihatan nusantara nya, jadi lebih bersatu, karena tema nya saja merah putih, ini malah mau di hitamkan. Jadi itulah kenapa kami S3 menarik diri dari giat tersebut,” ungkap pria yang juga menjabat ketua umum relawan SAKA (Sahabat Kaesang) itu.

“Itu yang buat kita semua gak mau, massa pendukung dari kita, kenapa pakai nya baju mereka? Kalau dipikir secara rasional, yang dapat panggung mereka, padahal bukan orang Depok, struktur di Depok pun belum ada untuk PNIB, kok mau dapat nama pakai massa pendukung organ lain,” lanjutnya.

“Ya silahkan saja kalau di wilayah lain, tapi ini Depok, kita gak mau orang lain yang dapat panggung,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Solmet kota Depok, Hj. Andriani Kena, saat dikonfirmasi terkait hal yang sama menyatakan enggan memberikan komentar. “Saya untuk saat ini no comment,” jawabnya singkat.

Terpisah, Herman, salah satu pihak panitia acara yang juga dikonfirmasi KM (28/8) mengatakan bahwa untuk persiapan acara masih proses pengurusan ijin di Polres Metro Depok dan menyatakan bahwa agenda kegiatan sejauh ini tidak ada perubahan waktu.

Adapun terkait penarikan diri organ SGI dan Solmet Depok, Herman enggan memberikan tanggapannya saat ditanya apakah akan mempengaruhi agenda acara dan menimbulkan kekuatiran sepi pengunjung?.

Reporter : Sudrajat

Lihat Juga

Menteri PU Tinjau Jalur Pantura Jabar-Jateng, Pastikan Kesiapan Arus Mudik 2025

Semarang – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyusuri jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) guna memastikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *