Beranda / JP News / ETOS : Aparat Hukum, Sarjana S2 Hukum, Melakukan Pelanggaran Hukum Berat ya Hukumannya Seberat-beratnya

ETOS : Aparat Hukum, Sarjana S2 Hukum, Melakukan Pelanggaran Hukum Berat ya Hukumannya Seberat-beratnya

Jakarta, Dalam keterangan pers nya kepada media, Minggu 14/8/2022 di Jakarta, Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah memberikan komentarnya terkait kasus yang terus ramai di publik yaitu Kasus pembunuhan terhadap anggota Polri Brigadir J yang melibatkan perwira tinggi Polri, saya katakan hari ini saya prihatin dan malu luar biasa kata Iskandar kepada awak media.Mereka aparat hukum tak mampu memberikan edukasi yang baik kepada rakyat tapi justru sebaliknya, apalagi kita lihat mantan Kadiv Propam ini kan bergelas Sarjana Hukum dan Magister Hukum, ditambah seragam beliau yg mewakili institusi penegakkan hukum di negara ini tapi justru bertindak melawan hukum, ancamannya harus lebih berat dari masyarakat biasa yang melanggar hukum.

Anggota Polri berbicara dengan seragamnya kepada masyarakat atas nama hukum loh, kalau mereka-mereka aja melanggar ya jangan salahkan rakyat nya juga hobi melanggar itu,
Karena ucapan mereka tak sesuai dengan implementasinya kata Iskandar.

Walaupun saya yakini hari ini masih banyak polisi-polisi yang baik, pembubaran Satgasus yang diketuai oleh tersangka juga harus ditinjau kembali, bukan perkara membubarkan terus selesai, yang harus dipertanggung jawabkan kepada publik adalah fungsi satgasus selama ini apa?, anggarannya pakai anggaran APBN Polri kah?, atau dari mana sumber anggaran operasional mereka?, terus apa saja prestasinya?, harus disampaikan ini kepada punblik, supaya tidak menjadi boomerang terhadap institusi Polri sendiri kata Iskandar lagi.

Dalam diskusi beberapa hari lalu saya sampaikan bahwa satgasus seperti Polisi dalam polisi, merasa eksklusif dari yang polisi yang lain, padahal didalam institusi Polri sediri sudah punya banyak devisi-devisi yang mewakili kerja mereka, jadi buat apa ada Satgasus?, Saya jadi berasumsi kalau ini justru bukan rakyat menjadi prioritas, tapi sebaliknya cuma melindungi bandar-bandar besar atas nama hukum, melindungi politisi-politisi nakal dan sebagainya.

Ini asumsi saya, bukan nuduh, dan tak ada satupun yang bisa menghakimi asumsi orang kata Iskandar tersenyum, Saya berharap pak Kapolri segera membeberkan kinerja atau fungsi satgasus selama ini, bukan hanya kinerja mereka, prestasi mereka tapi juga sumber anggaran operasional mereka selama ini,
Supaya tak ada lagi dusta kepada rakyat, pemilik kedaulatan terbesar di negeri ini kata Iskandar mengakhiri wawancaranya.

(Red)

Share:

Lihat Juga

MenKopUKM: Sarjana Kelautan Harus Berkontribusi dalam Evolusi Kewirausahaan

Bitung – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan sarjana kelautan harus mampu mengoptimalkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *