Beranda / JP News / Kesaksian Pdt. Budiman Pakpahan Lolos dari Maut Jatuhnya Sriwijaya SJ 182

Kesaksian Pdt. Budiman Pakpahan Lolos dari Maut Jatuhnya Sriwijaya SJ 182

Share:
Foto Pdt. Budiman Pakpahan/istimewa
Foto Pdt. Budiman Pakpahan/istimewa

Jakarta, jejakprofil.com – Peristiwa jatuhnya Sriwijaya SJ 182 mendatangkan duka yang sangat dalam bagi keluarga korban. Pdt. Budiman Pakpahan salah satu penumpang yang gagal berangkat menggunakan Sriwijaya SJ 182 memiliki pengalaman pribadi.

Ketika di hubungi jejakprofil.com, Budiman kembali menceritakan kisahnya, dimana tepat jatuhnya Sriwijaya SJ 182, Pdt. Budiman juga sudah menyampaikan apa yang dia alami kenapa tidak jadi menggunakan pesawat Sriwijaya SJ 182.

“Tuhan mengasihi saya makanya Tuhan kasih tanda-tanda, dan saya peka pada pimpinan Tuhan, sehingga oleh kuasa Tuhan saya dituntun untuk memilih reschedule penerbangan. Sebelum giliran antrian saya, saya dikasih tanda dari Tuhan dan sebagai konfirmasi dari Tuhan, karen tadinya selain reschedule penerbangan, saya juga mau refund tiket dan ganti pesawat dan istri nganjurin ambil pesawat Sriwijaya SJ 182 pada sabtu siang krn lebih murah penambahan tiketnya dibanding Air Asia,” kata Budiman.

Lanjut Budiman, “tetapi niat refund saya urungkan, karena di depan saya ada seorang Bapak adu argumen dengan CS Air Asia mengenai uang refund tiket pesawat yang sudah 6 bulan belum dibayarkan oleh Air Asia.”

Tanpa pikir panjang saya putuskan tetap pakai Air Asia dan saya coba chek tiket untuk keberangkatan hari minggu, tetapi penambahannya sangat banyak sekitar Rp400 Ribu/per orang dan kami ada 6 orang itu jumlah yang sangat banyak bagi saya. Kemudian saya tanya, bagaimana kalau hari senin penerbangan pagi, CS nya bilang ada dan murah, saya tinggal bayar Rp260 ribu untuk tambahannya, dan karena perbandingan harganya lumayan lebih murah, akhirnya saya ambil penerbangan Senin pagi, papar Budiman.

Hal menarik lagi adalah 2 malam sebelum peristiwa jatuhnya Sriwijaya SJ 182 saya itu tidak bisa tidur, dan karena itu saya berdoa, Tuhan apa yang akan terjadi dengan kami sekeluarga. Apakah kami sekeluarga positif covid karena hari kamis sore kami sekeluarga test Swab PCR. Itu yang ada dipikiran saya sepanjang malam, selama dua hari sebelum jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182, ujarnya.

Saat ini saya hanya berkata, saya bukan siapa-siapa Tuhan, bukan hamba Tuhan yg hebat, tetapi Engkau masih memberi kesempatan untuk hidup dan melayani Engkau. “Terima kasih Tuhan untuk kasih-Mu yg ajaib, Engkau selamatkan saya dan keluargaku. Segala pujian hanya bagi Tuhan, selama-lamanya, Amin.”

“Saya sebagai hamba Tuhan mengajak kita semua dimanapun berada, mari kita sama-sama mendoakan seluruh keluarga korban yang kena musibah Sriwijaya SJ 182, supaya tetap kuat, sabar dan diberi kesehatan. Kita juga doakan team yang bertugas, dimana saat ini terus melakukan pencarian korban, semoga pencarian berjalan lancar dan semua korban cepat ditemukan” pungkasnya.

Penulis : Elly

Lihat Juga

BPN Kota Palangka_

Target PTSL Tahun 2025 di Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Sebanyak 200 Bidang Dalam Proses Penyelesaian Akhir

Palangka Raya, Jejakprofil.com – Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya berhasil mencapai target Program Pendaftaran Tanah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *