Minggu , Juni 20 2021
Beranda / Jejak Sisi Lain / perselingkuhan adalah momok yang paling mengerikan

perselingkuhan adalah momok yang paling mengerikan

Jejakprofil.com Jakarta-Bagi pasangan yang telah menikah, perselingkuhan adalah momok yang paling mengerikan, sebisa mungkin jangan sampai terjadi. Namun, pada kenyataan nya kehidupan di sekitar membuktikan bahwa perselingkuhan itu ada.

Visit Ida Rahayu (29) memaparkan kisahnya kepada tim Jejakprofil.com, Minggu (10/5)

Berawal pada bulan Maret 2019 ,pertama kali nya saya mengetahui WMR suami saya memiliki perempuan lain RCP, begitu hancur seketika apa yang sudah saya jaga selama ini. Semua kepercayaan, kesetiaan ,impian menjadi sirna.
Awal ketemu dengan perempuan itu ,saya hubungi lewat wa, kemudian dia meminta untuk bertemu dan mengklarifikasi hubungan suami saya dan dia,Dan kami pun bertemu di salah satu rumah makan di daerah sanur, Bali.
Kemudian perempuan itu menunjukan foto-foto mesra dia bersama suami saya,bahkan Video porno mereka berdua,betapa hancur hati saya pada saat itu.
Saya menguatkan hati mendengar cerita perempuan itu, hati saya menjerit berteriak melihat video mesum mereka.
Dengan menyebut nama Allah saya berusaha untuk berkomunikasi dengan suami saya dengan tujuan ingin mengklarifikasi hal ini di depan perempuan itu, ketika suami saya dikonfrontir dengan perempuan itu, suami saya menyangkal telah melakukan perselingkuhan, sampai pada suatu ketika terjadi pertengkaran dalam rumah tangga kami yang disertai dengan tindakan kekerasan oleh suami terhadap saya,pakaian saya disobek-sobek oleh suami saya, bahkan handphone dan kartu atm saya di rampas oleh nya, keesokan harinya sekitar pukul 07.00 pagi suami saya berteriak “wanita seperti kamu! bisa apa!” Kemudian dengan bringas nya tangan saya di tarik, di seret keluar dari pintu rumah kami, dengan kasar nya saya di usir dari rumah.Tidak ada perlawanan dari saya pada saat itu, saya merasa tidak berdaya, dengan berjalan kaki saya menuju ke rumah tante saya tanpa membawa apa apa.
Sesampai nya saya di rumah tante saya, saya pun menceritakan apa yang saya alami. Saya meminta tante untuk menemani saya kembali pulang ke rumah kami, namun sesampai nya kami di rumah ternyata suami dan anak-anak saya sudah tidak ada.
Kaget, bingung, kecewa, marah, itu saya rasakan, khawatir mengingat anak anak turut serta di bawa suami saya.
Saya berusaha untuk berkomunikasi dengan suami saya menggunakan handphone tante saya, namun tidak ada jawaban,setiap hari saya mencari keberadaan suami saya dan anak-anak.
Semua akses komunikasi tertutup,yang membuat saya hancur adalah saya tidak bisa bertemu dengan anak-anak saya,dan mengasuh anak-anak selayaknya seorang ibu.

Di bulan juni akhirnya saya menemukan keberadaan suami dan anak-anak saya,
suami saya mengatakan bahwa jikalau saya ingin bertemu dengan anak-anak saya di Mall saja, dengan berat hati saya pun mengikuti permintaan nya.
Selama 3 x saya bertemu dengan anak-anak di Salah satu Mall yang ada di bali semakin saya merasa khawatir dengan kondisi kejiwaan anak-anak saya, ternyata selama ini suami saya seakan akan ingin mengganti saya sebagai ibu kandung dari anak-anak saya dengan selingkuhannya karena terakhir kali bertemu dengan anak-anak saya untuk melepas rindu anak-anak memanggil saya tante siapa? Seketika saya berfikir apa yang sudah dilakukan Suami saya terhadap anak-anak saya? Bagaimana bisa anak-anak saya yang berumur 3thn dan 5thn dalam waktu yang singkat tidak mengenali saya lagi? saya tidak sanggup memikirkan hal buruk apa yang mungkin terjadi terhadap anak-anak saya.
Setelah itu tiba-tiba suami dan anak anak saya menghilang tanpa kabar,dan di bulan Oktober 2019 saya digugat cerai oleh suami saya, suami yang melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain sejak saya mengandung anak kami yang kedua.

Hal ini membuat saya semakin khawatir memikirkan kondisi anak-anak saya, dampak seperti apa yang mereka rasakan saat ini, berpindah-pindah tempat, kemudian mereka tinggal bersama perempuan selingkuhan suami saya, bagaimana dengan kondisi mental anak-anak saya melihat ayah nya tidur dengan perempuan lain yang bukan ibu mereka?, hati saya menangis, moral seperti apa yang di berikan kepada anak-anak saya? bagaimana jika anak anak saya sakit? Seharusnya mereka bersama saya, Ibu yang melahirkan mereka, bagaimana bisa perempuan selingkuhan suami saya bisa menjaga anak-anak saya yang menurut saya dia tidak akan bisa menjaga anak-anak saya dengan baik, seorang wanita yang tidak bisa membedakan hal yang baik dan yang buruk, wanita yang tidak bisa membedakan hal yang salah dan hal yang benar ketika melakukan pembenaran dalam ‘perselingkuhan’ dengan laki-laki yang sudah beristri adalah wanita yang tidak layak menjadi seorang ibu, bagaimana bisa suami saya menjaga anak-anak saya?seorang laki-laki yang hanya mementingkan dirinya sendiri, laki-laki yang mempunyai hobby selingkuh tidak akan bisa menjadi seorang ayah yang melindungi dan menyayangi anak-anaknya.

Sampai saat ini saya masih mengikuti proses yang ada di Pengadilan Negri Bali untuk memperjuangkan Hak asuh anak-anak saya.
Saya pun membuat laporan tentang KDRT, kekerasan psikis, dan penelantaran ekonomi di polda bali,dan alhamdulillah berdasarkan surat pemberitahuan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Bali, Direktorat Reserse Kriminal Umum Denpasar Bali, prihal perkembangan hasil penyidikan status suami saya dapat direkomendasikan naik sebagai TERSANGKA,saya akan berjuang demi anak-anak, tidak akan saya serahkan anak-anak saya ke suami saya bukan semata-mata untuk keadilan diri saya sendiri, pertimbangan saya dikarenakan tindak perilaku suami saya yang berdampak tidak baik nantinya terhadap anak-anak saya,demi keamanan anak-anak saya secara jasmani dan rohani nya kejiwaan mental anak-anak saya adalah yang utama, saya akan menuntut keadilan setinggi-tingginya saya percaya Allah SWT maha mengetahui apa yang terjadi sebenar-benarnya, Allah SWT maha mengetahui apa yang terbaik, Dan saya yakin keadilan akan seadil-adilnya berpihak kepada kebenaran.

Bertepatan dengan Hari Ibu Sedunia yang dirayakan pada hari Minggu kedua bulan Mei setiap tahun, dan untuk tahun ini, perayaannya jatuh pada 10 Mei, Visit Ida Rahayu meminta dukungan dan doa dari semua Ibu yang ada di dunia terutama di Indonesia agar hak asuh anak-anak nya dikembalikan secara hukum kepada nya.

“Saya memohon dukungan dan doa dari semua Ibu yang ada di Indonesia dan semua Ibu yang ada di dunia, di hari Ibu Sedunia ini, doakan saya agar saya dapat berkumpul kembali dengan anak-anak tercinta saya,agar saya mendapat kan hak asuh anak-anak saya kembali, Allahu Akbar,tutup nya.

Share:

Lihat Juga

Operasi Gabungan Yustisi Tiga Pilar Satpol PP, Polri/TNI Dan Dishub Di Kota Depok

Jejakprofil.com – Depok – Operasi Gabungan Yustisi 3(tiga) Pilar Yaitu Satpol PP, Polri/TNI, dan Dishub …

6 Komentar

  1. Memang lebih baik anak sama ibunya,karena buat perkembangan jiwa si anak

  2. Doa orang teraniaya, akan di Ijabah Allah SWT…tetap sabar dan yakin, Allah berselalu bersama mba icit…

  3. Semangat Tante visit…u r t best…jangan pernah menyerah…anak tidak akan pernah ada bekasnya…sedangkan suami itu akan berbekas…

  4. Вести игру в онлайн игровые аппараты которые доступны на самом четком игровом портале Vulcan 777 в Украине на средства прямо здесь
    [url=http://www.ttoscorp.com/assortiment-azartnyh-igr-s-bonusnoj-igroj-v-klube//]http://www.ttoscorp.com/assortiment-azartnyh-igr-s-bonusnoj-igroj-v-klube/[/url].
    Зарегистрируйся, принимай участие в соревнованиях и получи крутые призы.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *