jejakprofil.com – Bekasi,Srikandi Pegiat ormas FBR ( Forum Betawi Rempug ) tokoh dermawan yang biasa disapa Hj. Nyai Rosmala ,kesupelan dalam bergaul, membuat Hj.Nyai Rosmala sukses dalam berbagai bisnis. Ia menghabiskan sebagian waktunya sebagai tulang punggung keluarga, bekerja hanya demi masa depan anak anak tercinta nya.
“Segala usaha saya hanya untuk keberhasilan anak anak saya, saya rela kerja keras kepala jadi kaki,kaki jadi kepala demi anak anak” ucap nya kepada Jejakprofil.com Minggu (26/4/2020).
Wanita pejuang hidup yang masih lincah dan cekatan ini tampak keletihan terlihat dari garis keras wajah nya,meski demikian aura heroik nya masih terasa kental saat bercerita awal mula perjuangan hidup nya.
Lanjutnya,dari kecil saat itu kelas 3 SD saya lebih memilih berjualan kerupuk opak demi membantu orangtua saya, melihat kebutuhan hidup keluarga saya yang begitu banyak ,sementara penghasilan ayah saya pada saat itu sangat minim, hati saya lebih memilih berjualan, hasil jualan saya berikan ke ibu saya, itu kebahagiaan saya,seperti nya ini sudah menjadi jalan hidup saya, berdagang berbisnis merupakan hal utama sebagai mata pencaharian saya bermodalkan 2 karung beras dari nenek saya membuka jalan kesuksesan usaha saya.
Tekad saya, agar supaya anak anak saya bisa mendapatkan hidup yang lebih baik dari saya, mendapatkan pendidikan yang cukup, cita-cita yang tercapai, kehidupan yang bahagia dunia dunia akhirat, alhamdulillah semua nya sudah terwujud, hanya kadang saat sepi mulai terasa, karna anak anak saya sudah menikah dan di sibukkan dengan rumahtangga mereka masing-masing, terasa hati ini berteriak rindu akan anak anak, untung nya saya masih di temani sang bungsu yang masih dalam pendidikan mengejar impian,ucap putri mantan Kapolres H.Aman Kapri.
Sedikit mengenang masa masa memperjuangkan harkat dan martabat diri sebagai orang Betawi,berawal ketika salah satu karyawan saya diperlakukan semena mena oleh saudara sebangsa dari seberang kota, yang akhir nya menimbulkan perkelahian berbuntut pengancaman terhadap saya dan keluarga, bahkan penghinaan dan pelecehan terhadap daerah kelahiran dan tempat tinggal saya yaitu Tanah Betawi.
Sebagai seorang Betawi saya tidak rela nama Betawi dilecehkan,harus saya Perjuangkan sampai darah penghabisan saya, artinya sampai saat ini pun nama besar Tanah Betawi saya jaga sebagai tanda kesetiaan saya kepada KH. FADHOLI EL-MUHIR sosok pemimpin besar yang menjadi panutan bagi saya,papar anak bangsa Indonesia kelahiran purwakarta 18 Agustus 1963.
Mantan penjual nasi yang sukses di dunia limbah di Cibitung ini Kelurahan Margajaya RT05/RW03 Kecamatan Bekasi Selatan ini terbilang berjiwa patriot tidak hanya untuk keluarga nya, atau hanya untuk Tanah Kelahiran nya saja, tapi bersedia berjuang demi masyarakat tertindas,demi bangsa dan negara Indonesia.
Perjuangan saya tidak akan pernah putus, saya selalu mendukung yang terbaik untuk negara kita, apalagi dalam kondisi negara kita yang sekarang sedang berjuang juga melawan wabah covid -19, semoga kita semua saling bersatu sama-sama berjuang mengalahkan pandemi ini.,tutup Ros beracun Macan Betina julukan patriot Hj. Nyai Rosmala.
( IJM )