Jejakprofil.Com – Pencemaran wabah virus corona (Covid 19) di Indonesia bahkan negara dunia, bukan saja menimbulkan krisis kesehatan secara global, namun juga menimbulkan krisis ekonomi.
Ekonom Indonesia, Hardi Fardiansyah mengakui saat ini ekonomi Indonesia mengalami resesi (perlambatan) secara luas, termasuk pada mitra dagang utama Indonesia, sehingga pengangguran semakin meningkat.
“Kita lihat pertumbuhan ekonomi tahun 2020 ini pertumbuhan ekonomi dunia mengalami kontraksi yang sangat dalam. Sejumlah lembaga memangkas signifikan proyeksi perekonomian dunia dalam waktu singkat akibat pandemi Covid -19. Resesi atau perlambatan ekonomi terjadi secara luas, termasuk pada mitra dagang utama Indonesia. Pengangguran sudah meningkat tajam di berbagai negara,” kata Hardi kepada Jejakprofil.Com, Senin (20/4/2020).
Hardi menilai pemerintah telah sungguh-sungguh akan meningkatkan perekonomian Indonesia dan tentunya mencari jalan keluar terbaik mengatasi perekonomian di tengah wabah Covid 19 ini, tertutama di dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dimana harus dimaksimalkan lagi untuk dicari jalan keluar. Namun, kata Hardi, dirinya juga mengakui jika kuartal II-2020 akan menjadi titik terberat dalam perekonomian Indonesia. Dalam skenario pemerintah, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini bisa hampir mendekati nol persen, bahkan minus.
“Kita tidak ingin, pertumbuhan ekonomi turun 0,3%, hampir mendekati bahkan negatif growth di minus 2,6%. Dan untuk kuartal III akan ada recovery di 1,5% dan 2,8%, maka itu saya berharap pemerintah bisa menemukan solusi dalam meningkatkan perekonomian kita pada tahun mendatang,” harap Hardi.
Lebih lanjut, pria yang berprofesi sebagai Konsultan Bisnis dan Motivator dari firma F & Accosiate ini memprediksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 bisa membaik dengan perkiraan 8,2% seiring dengan meredanya virus Corona.
“Tahun 2020 ini kita melawan wabah virus corona yang mengakibatkan resesi pertumbuhan ekonomi, namun pasca pandemi Covid 19 ini kita perkirakan di tahun 2021 ekonomi kita membaik dan bisa mencapai 8,2%,” tegasnya. Kita sebagai Rakyat Indonesia harus selalu semangat dan optimis karena hal ini pasti bisa kita lewati bersama, tegasnya.
(Arum)