Jejakprofil.com – Dari pantauan awak media Bupati kabupaten Bekasi, H.Eka Supria Atmaja S.H turun langsung lapangan untuk memantau perkembangan situasi wilayah.
Saat awak media mewawancarai Bupati kabupaten Bekasi, H.Eka Supria Atmaja S.H, menuturkan, kalau bicara berapa jumlah penerima bantuan yang pastinya lebih mengetahui dan jelas datanya dari dari Dinsos, tuturnya.
” Seperti yang saya bilang saat Persconpers dana bantuan ada 7 pintu diantaranya: pertama Program Keluarga Harapan ( PKH ), kedua Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ), ketiga Dana Desa kalau itu masih ada data yang masuk lagi dari masyarakat yang tidak mampu, kita ada bantuan dari Presiden, kalau masih kurang juga ada bantuan dari Propinsi itupun kalau masih juga kurang kita sudah siapkan anggaran daerah, dan itu semua kalau juga masih kekurangan kita siapkan lumbung pangan yaitu bantuan yang berasal dari masyarakat mampu dikembalikan lagi kepada masyarakat, untuk mengenai mekanisme penyaluran melalui pendataan dari dinas sosial “, ulas H.Eka Atmaja S.H, Bupati kabupaten Bekasi.(Rabu/15/04/2020 ).
Lanjutnya, mengenai PSBB kita sudah mengupayakan penerapan di skala kecil seperti dilingkungan perumahan atau pedesaan agar pengguna kendaraan harus dibatasi sesuai Himbauan dan mengikuti protokoler kesehatan, begitu juga dikawasan industri sama pemberlakukan PSBB sesuai Himbauan protokoler kesehatan dan peraturan kementerian perindustrian, akan tetapi industri-industri yang diperbolehkan masih berjalan hanya yang mempunyai SK dari menteri perindustrian, mengenai dapur umum ini di bentuk karena memang Kabupaten Bekasi termasuk zona merah dari 6 kecamatan salah satunya kecamatan tambun selatan yang melibatkan pemerintah daerah seperti aparatur desa, terdiri dari PKK dan lainnya dan TNI-POLRI, nantinya dapur umum ini akan membagikan makanan siap saji yang dibagikan melalui linmas atau bisa datang sendiri mengambil disini, terangnya.
(BAMBANG)